Muara Enim,- Setelah diberitakan sebelumnya atas kebakaran kendaraan pada SPBU Kepur Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan ( Sabtu,3/10/2026) yang dipicu oleh akumulasi antrean kendaraan merupakan salah satu skenario kecelakaan industri besar (Major Hazard Accident) yang mengancam keselamatan publik di area sekitarnya.
Tingginya konsentrasi uap bahan bakar cair yang berinteraksi dengan banyaknya sumber panas bergerak di area terbatas menjadi penyebab utama risiko ini.
Berikut adalah kajian mengenai faktor risiko terhadap keselamatan umum dan dampaknya pada kasus kebakaran SPBU akibat antrean kendaraan:
1. Faktor Risiko Teknis & Lingkungan (Kondisi Kendaraan)
• Mesin Kendaraan Mengalami Overheat: Saat mengantre lama dengan kondisi mesin menyala (idling), sistem pendingin kendaraan bekerja ekstra keras. Mesin yang overheat dapat memicu kegagalan komponen mekanis dan memunculkan percikan api di dekat area pengisian.
• Korsleting dan Masalah Kelistrikan Kendaraan: Banyaknya kendaraan dalam antrean meningkatkan probabilitas adanya kabel terbuka atau sistem kelistrikan yang bermasalah. Ketika mesin tetap hidup saat mengantre mendekati dispenser (pompa), percikan listrik sekecil apa pun dapat menyambar uap BBM yang keluar.
• Akumulasi Uap Bahan Bakar di Area Antrean: Saat proses pengisian berlangsung berturut-turut dalam antrean panjang, uap bensin (hydrocarbon vapor) akan terkonsentrasi di udara sekitar dispenser. Gas ini memiliki tekanan tinggi, terutama pada cuaca panas, dan sangat sensitif terhadap sumber panas luar.
2. Faktor Perilaku Manusia (Human Error / Unsafe Behavior)
• Tidak Mematikan Mesin saat Mengantre/Mengisi: Kebiasaan buruk konsumen yang enggan mematikan mesin atau menghidupkan mesin terlalu cepat sebelum proses pengisian benar-benar selesai merupakan pemicu utama kebakaran di SPBU.
• Modifikasi Kendaraan Tangki Modifikasi (Pengetap/Pelangsir): Antrean panjang sering kali didominasi oleh kendaraan yang dimodifikasi untuk membeli BBM bersubsidi secara berulang (pengetap). Tangki non-standar dan modifikasi kabel memperbesar risiko kebocoran tangki dan korsleting instan.
• Kurangnya Jarak Aman (Safe Distance) antar Kendaraan: Kendaraan yang mengantre terlalu rapat menghilangkan ruang manuver. Ketika satu kendaraan memercikkan api, posisi yang terlalu dekat menyulitkan proses evakuasi dan mempercepat perambatan api ke kendaraan lain di belakang atau di sampingnya.
3. Aspek Keselamatan Umum dan Manajemen Risiko SPBU
• Efek Domino Kebakaran (Domino Effect): Kebakaran yang bermula dari satu kendaraan dalam antrean padat akan dengan cepat menyambar kendaraan lain di sekitarnya serta struktur utama SPBU (seperti kanopi dan dispenser).
• Hambatan Akses Evakuasi dan Jalur Darurat: Antrean kendaraan yang mengular hingga ke bahu jalan luar SPBU menghalangi jalan keluar bagi konsumen yang ingin menyelamatkan diri. Selain itu, kondisi ini juga memblokir akses bagi armada Dinas Pemadam Kebakaran untuk masuk dan melakukan pemadaman secara cepat.
• Kesiapsiagaan Alat Proteksi Kebakaran Aktif: Beban kerja SPBU yang tinggi saat antrean padat terkadang membuat operator kurang memperhatikan kesiapan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).







0 $type={blogger}:
Posting Komentar