LAMPUNG BARAT – Di tengah ramainya pemberitaan media massa terkait status administrasi dan izin eksplorasi PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau (SEGSS), suara dukungan dari elemen masyarakat setempat mulai terdengar jelas.
Dedi, seorang aktivis masyarakat Lampung Barat, secara terbuka mengungkapkan apresiasinya terhadap perusahaan, berbagai kontribusi nyata yang telah di rasakan langsung oleh warga, khususnya dalam membuka lapangan kerja dan pembangunan infrastruktur dasar.
Menurut tim Dedi bersama Irfan, narasi negatif yang beredar di media sosial seringkali mengabaikan fakta lapangan tentang bagaimana kehadiran PT Star Energy telah mengubah dinamika ekonomi di kecamatan Sekincau dan Suoh.
Banyak orang berdebat soal dokumen di atas meja, tapi lupa melihat realita di bawah kaki mereka, Faktanya PT Star Energy telah membuka akses ekonomi yang selama ini sulit di jangkau warga," ujar Dedi saat ditemui di kediamannya, Senin (7/7/2026).
Dedi juga mengatakan jika komitmen perusahaan dalam menyerap tenaga kerja lokal, Berbeda dengan proyek infrastruktur besar lainnya yang sering didominasi pekerja dari luar daerah, PT Star Energy bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Lampung Barat untuk memprioritaskan putra daerah.
Kita melihat sendiri bagaimana ratusan warga sekitar, mulai dari tenaga kasar hingga operator alat berat, kini memiliki penghasilan tetap.
Perusahaan tidak hanya merekrut, tetapi juga memberikan pelatihan teknis bersertifikat.
Pemuda-pemuda kita yang sebelumnya menganggur, kini punya skill dan masa depan yang jelas karena proyek ini," jelasnya.
Dedi menekankan bahwa dampak multiplier-nya sangat terasa, Dengan adanya pendapatan tetap bagi ratusan kepala keluarga, perputaran uang di pasar-pasar tradisional Sekincau dan Suoh meningkat signifikan, menghidupkan kembali usaha mikro kecil milik warga.
Selain ketenagakerjaan, Dedi juga menyoroti dukungan sosial berupa bantuan infrastruktur yang diberikan perusahaan kepada sektor pertanian, yang merupakan tulang punggung ekonomi Lampung Barat.
PT Star Energy tercatat telah melakukan revitalisasi jaringan irigasi tersier dan menyediakan bantuan pompa air bertenaga surya bagi kelompok tani di wilayah terdampak proyek.
Bagi kami seorang petani, air adalah hidup. Ketika perusahaan membantu memperbaiki saluran irigasi yang rusak dan memberikan teknologi pompa modern, itu bukan sekadar CSR (Corporate Social Responsibility) biasa, Ini adalah bentuk empati dan tanggung jawab sosial yang nyata.
Hasil panen kami meningkat, dan itu berkat dukungan fasilitas dari PT Star Energy," tambah Dedi.
Menanggapi isu legalitas izin yang menjadi buah bibir di media, Dedi mengajak publik untuk melihat konteks yang lebih luas. Ia menilai bahwa koordinasi intensif antara PT Star Energy dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, termasuk kunjungan langsung Bupati Parosil Mabsus ke lokasi proyek, adalah bukti bahwa perusahaan beroperasi dalam pengawasan ketat pemerintah daerah.
Jika ada masalah administrasi, itu sedang diselesaikan melalui jalur resmi antara perusahaan dan kementerian terkait, Tapi selama proses itu berjalan, apakah manfaat untuk rakyat harus dihentikan? Tentu tidak.
Warga Lambar cerdas; mereka bisa membedakan mana janji politik dan mana manfaat nyata. Dan saat ini, manfaat dari PT Star Energy sudah ada di depan mata," tegasnya.
Dedi juga mengapresiasi transparansi perusahaan dalam aspek lingkungan. Penerapan sistem reinjection (penyuntikan kembali uap panas bumi) dinilai sebagai langkah maju untuk menjaga kelestarian sumber daya air di kawasan tangkapan Suoh, yang menjadi kekhawatiran utama banyak pihak.
Menutup pernyataannya, Dedi mengajak seluruh lapisan masyarakat, mendukung aktivitas PT star energi yang telah memberikan kisah-kisah sukses warga lokal yang terbantu oleh kehadiran industri energi terbarukan ini.
"PT Star Energy adalah mitra pembangunan Lampung Barat. Mari kita dukung mereka untuk terus beroperasi secara baik, sambil tetap mengawal agar setiap janji terpenuhi. Jangan biarkan isu sesaat menghapus kebaikan jangka panjang yang sudah dimulai," pungkasnya.
Dengan adanya perspektif dari aktivis masyarakat seperti Dedi, diharapkan diskursus publik mengenai proyek geothermal Sekincau-Suoh dapat bergeser dari konfrontasi menuju kolaborasi yang produktif demi kemajuan daerah.
(Irfan)













