Postingan Populer


MAUNG MARABES

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Entah Setan Apa"Yang Merasuki Pelaku Pembunuhan Karyawan Survey Bulog ini", Sejauh ini Sedang Dalam Penyidikan Mapolres Tulang Bawang

 




Tulang Bawang, - Diduga telah terjadi tindak pidana pembunuhan di kontrakan Jalan poros sidang gunung Tiga Kampung Suka bhakti Kecamatan Gedung Aji Baru Kabupaten tulang bawang Jum'at 13 Maret 2026.




Ardiansyah mendatangi pihak kepolisian melaporkan bahwa saudara Ahmad Fajar Aries Saputra (41) mengalami kejadian penganiayaan yang menyebabkan korban Fajar meninggal dunia di lokasi kos-kosan tempat dia tinggal di tulang bawang, akibat kejadian tersebut korban yang diketahui berlatar belakang sebagai karyawan survei Bulog di wilayah tersebut mengalami luka parah, sehingga belum sempat dibawa ke rumah sakit korban meninggal dunia,di tempat kost,"penganiyaan terjadi Jum'at 13/3/2026, pukul 08.10.wib.



"Mendegar Laporan itu team tekab 308 Sat Reskrim Polres tulang bawang bersama unit reskrim Polsek penawartama dan unit Reskrim Polsek Manggala dipimpin oleh kasat Reskrim Polres tulang bawang, AKP APFRYYADI PRATAMA,S.H.,M.H, tidak butuh waktu lama, telah berhasil mengamankan pelaku, berinisial Jaili bin Pulung(36),di kampung Bakung Ilir Kecamatan gedung meneng Kabupaten tulang bawang. 


Dari hasil introgasi sementara pelaku JI mengakui perbuatannya tersebut, selanjutnya terhadap pelaku diamankan ke Polres tulang bawang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Barang bukti yang diamankan,"sebilah senjata tajam jenis golok dengan panjang 40 cm dengan gagang terbuat dari kayu dan sarung dari kayu, 

Sepasang sepatu warna coklat, satu buah jaket Hoodie warna hijau, saat digunakan pelaku, dalam pembunuhan tersebut. 


Dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, pelaku (JI) dijerat, undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHAP sebagaimana dimaksud dalam pasal 459 KUHP subsider 458 KUHAP.


Hingga berita ini di terbitkan, motif penganiyaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,masih terus di dalami oleh pihak Polres tulang bawang.


(IF/Humas)

Tindakan Kapus Pagar Dewa yang diduga tidak ber ETIKA dan TERPUJI Menuai Sorotan Publik.

 


Lampung Barat, - Sikap tidak Profesional seorang Kepala UPT  Puskesmas Pagar Dewa,Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat  "Subagio S.KM"  menuai kritik dari kalangan media yang tergabung dalam Media Partner Aliansi Jurnalis Persada Lampung Barat.


Berawal dari saat di konfirmasi via WhatsApp terkait  dana bok pada Puskesmas Pagar  "Subagio S.KM dinilai kurang ber etika seperti tidak berpendidikan  dan tidak bersahabat dengan Media.


Ketua Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Jurnalis Persada (DPC AJP),  Sugeng Purnomo, meminta tanggapan atas Pemberitaan,dan laporan yang sedang ramai diberitakan oleh beberapa media atas dugaan penyelewengan Dana BOK pada UPT Puskesmas Kenali dan Puskesmas Batu Ketulis,namun jawaban yang dilontarkan oleh Subagio S.KM malah menjawab *tanggapan yang bagai mana , maksud nya*,


kemudian dijawab Sugeng *)caba di baca dlu bang,


Kemudian Jawaban kapus,

*) lagi ngurusin burung,dlu.mandiin burung,bsok mau lomba di waykanan hiburan.


Jawaban yang tidak mencerminkan profesional seorang Kepala Puskesmas yang kurang ramah bahkan tak  bersahabat dengan Media.


Kata *Sugeng* padahal saya wa dengan sopan, santun dan pakai etika.,Namun tanggapan serta sikap Kepala Puskesmas kecamatan pagar dewa itu sangat tidak beretika,” ujar sugeng Sabtu/14/03/2026.


Sugeng. menambahkan bahwa ini merupakan konfirmasi saya yang pertamanya kalinya dan pengalaman ini sangat mengecewakan. Ia juga berencana melakukan klarifikasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten lampung barat,mengenai sikap tidak beretika yang ditunjukkan oleh kepala puskesmas Pagar Dewa tersebut.


Lebih lanjut, sugeng menyoroti pentingnya keterbukaan Kepala Puskesmas selaku Pejabat Publik terhadap semua pihak, termasuk media. “Peran media sebagai kontrol sosial diatur dalam Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999, dan seorang Kepala Puskesmas harus memahami akan hal tersebut” padahal dia itu seorang yang bertitel S.KM artinya dia adalah Seorang Sarjana kayak orang gak sekolah aj ,terang Sugeng dengan nada kesal.


AJP telah mengirimkan surat Konfirmasi melalui POS indonesia namun menurut pengakuan Subagio S.KM tidak pernah menerima sehingga Sugeng melalui pesan WhatsApp mengirimkan Shofcopy surat  Konfirmasi kepada Kepala Puskesmas untuk dibaca dan memberikan konfirmasi dan penjelasan namun apabila dalam tenggan waktu yang diberikan pada Surat Konfirma maka DPC AJP dan Media Partner akan membuat Laporan Ke inspektorat Daerah untuk dilakukan pemeriksaan Audit Investigatip kepada Puskesmas Pagar Dewa.


Sangat kami sayangkan tindakan seorang Kepala Kapus sebagai Penjabat Publik yang tidak beretika seperti ini pungkasnya!!!.


(Tim)

AJP Lampung Barat Mendorong Audit Investigatif atas Pengelolaan Dana BOK pada UPT Puskesmas Batu Ketulis dan UPT Puskesmas Sekincau

 


Lampung Barat, 11 Maret 2026 – Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Jurnalis Persada (DPC AJP) Lampung Barat menyampaikan dorongan kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Lampung serta Inspektorat Daerah Kabupaten Lampung Barat untuk melakukan pemeriksaan audit investigatif terhadap pengelolaan anggaran pada UPT Puskesmas Batu Ketulis dan UPT Puskesmas Sekincau.



Permintaan tersebut disampaikan menyusul telah selesainya pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Lampung Barat oleh BPK RI pada Rabu (11/03/2026). DPC AJP menilai terdapat sejumlah aspek dalam pengelolaan anggaran yang patut ditelusuri lebih lanjut guna memastikan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam penggunaan anggaran negara.

Adapun beberapa komponen anggaran yang menjadi perhatian dan perlu dilakukan pendalaman melalui audit investigatif antara lain:

Dana Kapitasi BPJS Kesehatan yang diterima secara rutin setiap awal bulan selama Tahun Anggaran 2025.

Paket Belanja Barang dan Jasa BOK Puskesmas pada program Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Gizi Masyarakat dengan metode pengadaan pengecualian.

Belanja Barang dan Jasa BOK Puskesmas pada program pelayanan kesehatan penyakit menular dan tidak menular.

Paket Belanja Barang dan Jasa BOK Puskesmas pada program pelayanan kesehatan ibu hamil dengan metode pengadaan pengecualian.

Ketua DPC AJP Lampung Barat, Sugeng Purnomo, menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya telah menyampaikan permintaan konfirmasi dan klarifikasi secara tertulis kepada UPTD Puskesmas Batu Ketulis pada November 2025. Selain itu, DPC AJP juga telah melakukan pertemuan langsung dengan Kepala Puskesmas Batu Ketulis, Martalena, guna memperoleh penjelasan terkait pengelolaan anggaran dimaksud.

Dalam keterangannya, Sugeng menyampaikan bahwa yang bersangkutan sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Sekincau. Dengan demikian, terdapat rentang waktu pada tahun 2025 di mana yang bersangkutan memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan Dana BOK di dua unit pelayanan kesehatan berbeda.

“Berdasarkan informasi yang kami himpun, yang bersangkutan bertanggung jawab atas penggunaan Dana BOK pada UPT Puskesmas Sekincau untuk periode Januari hingga Juli 2025, kemudian melanjutkan tanggung jawab pengelolaan Dana BOK pada UPT Puskesmas Batu Ketulis untuk periode Juli hingga Desember 2025,” jelas Sugeng.

DPC AJP Lampung Barat menegaskan bahwa dorongan audit investigatif ini bukan merupakan bentuk tuduhan atau kesimpulan hukum, melainkan upaya mendorong proses pengawasan yang lebih komprehensif terhadap penggunaan anggaran yang bersumber dari negara.

Sugeng juga menegaskan bahwa pemeriksaan laporan keuangan oleh BPK pada dasarnya bertujuan untuk memberikan opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan, sehingga tidak selalu secara spesifik mendeteksi setiap kemungkinan terjadinya kecurangan atau penyimpangan secara rinci.

“Oleh karena itu, apabila terdapat indikasi atau dugaan yang memerlukan pendalaman lebih lanjut, mekanisme audit investigatif merupakan langkah yang sah dan relevan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran administrasi maupun potensi kerugian negara,” ujarnya.

DPC AJP Lampung Barat berharap instansi yang memiliki kewenangan pengawasan, baik BPK RI maupun Inspektorat Daerah Kabupaten Lampung Barat, dapat menindaklanjuti permintaan tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian, kejelasan, serta menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola anggaran sektor kesehatan, khususnya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025.


Kontak Informasi:

Ketua DPC AJP Lampung Barat

Sugeng Purnomo


(Tim)

Gerakan Pangan Murah Polri Digelar di 47 Titik Sumsel

 



PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah Polri secara serentak di 47 titik yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota wilayah Sumatera Selatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.


Dalam program tersebut, Polda Sumsel bersama Perum Bulog dan pemerintah daerah menyalurkan sebanyak 135,5 ton beras kepada sekitar 20.325 warga sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.


Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memimpin langsung kegiatan pemusatan Gerakan Pangan Murah yang berlangsung di halaman Gudang Bulog Sukamaju, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Jumat pagi.


Kegiatan ini dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, jajaran Forkopimda, perwakilan Kodam II/Sriwijaya, Kejaksaan Tinggi Sumsel, serta pimpinan Perum Bulog wilayah Sumselbabel.


Kapolda Sumsel menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional yang memiliki hubungan langsung dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.


Menurutnya, keterjangkauan harga bahan pokok menjelang momentum Idul Fitri menjadi faktor penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.


“Ketahanan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan pokok, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial masyarakat. Karena itu Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau,” ujar Sandi Nugroho.


Program Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program prioritas pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.


Kapolda menjelaskan bahwa pada pelaksanaan tahun 2026 ini, Polda Sumsel menyalurkan beras melalui 47 titik distribusi yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota.


Di lokasi pemusatan Gudang Bulog Sukamaju Palembang, Perum Bulog menyediakan sekitar 10 ton beras yang dikemas dalam puluhan ribu paket untuk masyarakat.


Setiap pembelian beras juga disertai bonus bahan kebutuhan rumah tangga seperti minyak goreng, gula, atau kecap sebagai bentuk dukungan tambahan bagi masyarakat.


Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumselbabel Mersi Windrayani menyampaikan bahwa Gudang Bulog Sukamaju memiliki kapasitas penyimpanan hingga sekitar 21.000 ton beras.


Saat ini stok beras yang tersedia mencapai sekitar 16.000 ton, serta minyak goreng sebanyak 259.560 liter.


Bulog juga tengah menjalankan penugasan dari Badan Pangan Nasional untuk menyalurkan bantuan pangan kepada 968.499 penerima manfaat di Sumatera Selatan dengan total alokasi sekitar 19.369 ton beras pada periode Februari hingga Maret 2026.


Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi langkah Polri yang dinilai berperan penting dalam membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran.


Ia menilai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara serentak mampu menekan potensi lonjakan harga sekaligus mencegah panic buying di masyarakat.


“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan Bulog sangat penting dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Lebaran,” ujar Herman Deru.


Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan bahwa Gerakan Pangan Murah yang digelar serentak ini merupakan implementasi nyata program Presisi Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


“Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai kebutuhan dasar, termasuk pangan,” kata Nandang.


Melalui Gerakan Pangan Murah yang menjangkau puluhan ribu warga di seluruh wilayah Sumatera Selatan, Polda Sumsel menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan kondisi ekonomi yang lebih stabil.

(Red)

CV. RAJO KOMBARA PELAKSANA RENOVASI PUSKESMAS PRUMNAS DIDUGA MELEBIHI PERPANJANGAN KONTRAK TERINDIKASI KADIN DAN KONSULT MAIN MATA

 



Renovasi puskesmas perumnas

pelaksana CV.RAJO KOMBARA

SUMBER DANA APBD Tahun Anggaran 2025  Nilai Kontrak Rp.3.476.149.481.25 melalui Dinas kesehatan Kecamatan Lahat kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan diduga Menyalahi aturan kontrak kerja/Perpanjangan kontrak kerja, diduga pekerjaa  baru 50% sebagian pintu belum terpasang,pada saat wartawan media ini didampingi salah satu kontraktor Kabupaten Lahat investigasi kelokasi pekerjaan hari rabu 11 Maret 2026 masih terlihat aktivitas kegiatan para pekerja menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai. 



Secara umum kontrak kerja yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berakhir pada tanggal 31 Desember tahun anggaran berjalan dan pemberian Kesempatan kontrak kerja 50 hari kalender. Diduga pekerjaan baru 50%.Berdasarkan investigasi langsung awak media ini 11 Maret 2026 pekerjaan masih berlangsung bahkan dibenarkan langsung oleh Tukang yang berada ditempat mengatakan bahwa memang benar pekerjaan ini perpanjangan seraya merekam awak media ini ,diduga sekat-sekat ruangan belum selesai, pelapon baru tahap pengecatan, lantai belum selesai, bagian teras depan baru tahap finishing kecil, pintu dan jendela baru sebagian terpasang.Sesuai dengan perpanjangan kontrak kerja seharusnya sudah selesai 20-21 Februari 2026.




Seperti penuturan salah satu kontraktor Kabupaten Lahat yang meminta namanya jangan disebut kepada awak media ini 11-03-2026 menuturkan masa kontrak kerja Renovasi Puskesmas Perumnas sudah berakhir per 31  Desember 2025 lalu, namun karena belum selesai diberikan perpanjangan masa kontrak 50 hari Jika dihitung kalender berarti jatuh pada bulan Februari di akhir bulan sekitar tanggal 20 atau 22 Februari .Jika memang perpanjangan masa kontrak berlaku maka seharusnya ditanggal 11-03-2026 ini sudah tidak ada kegiatan pengerjaan ,tetapi mengapa CV tersebut masih tetap bekerja disaat masa perpanjangan sudah habis, apakah tidak ada tindakan tegas dari Dinas Kesehatan ataupun sanksi bagi CV tersebut. Saya berharap kepada pihak terkait untuk menindak tegas CV tersebut dan jangan pandang bulu untuk menindaklanjuti jika ditemukan permasalahan seperti ini, "ujarnya".



Hal yang sama dikatakan salah satu Konsultan yang tidak mau  disebut namanya  12-03-2026 mengatakan ini jelas-jelas menyalahi aturan perpanjangan kontrak, mengapa para tukang masih bekerja dengan santainya padahal sudah sangat jelas sudah melampaui batas, ada apa dengan Konsultan dan Pihak Dinas terkait apakah ada permainan disini.Hendaknya pihak yang berwenang lebih selektif untuk menindak tegas bagi CV yang sudah menyalahi aturan kontrak kerja maupun perpanjangan kontrak kerja jangan berat sebelah. Jika memang terbukti kesalahan ini kami berharap jangan pura-pura buta dan tuli, Disini saya berpikir ini ada permainan Kepala Dinas Kesehatan dan Konsultan yang ditunjuk karena secara keseluruhan pekerjaan itu belum mencapai 50% dan sudah jelas pekerjaan sudah melampui masa perpanjangan kontrak  yang seharusnya setelah tanggal 22 Februari 2026 sudah tidak ada lagi kegiatan dan pelaksanaan"keluhnya".


Kepala Dinas Taufiq maryansyah Putra , SKM. MM saat dikomfirmasi dikantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat 11-03-2026 saat dikomfirmasi Via WhatAppss Nomor 0823-7318-XXXX sampai berita ini diterbitkan tidak memberikan jawaban,pada saat akan dikomfirmasi salah satu Staf Dinas Kesehatan mengarahkan untuk Komfirmasi ke Bu Aiwa yang berada diruang baru bagian belakang.Aiwa Marlina, SKM,. MM Kepala Bidang SDK pada saat akan dikomfirmasi oleh awak media ini salah satu staf yang mengaku bernama Cindi mengatakan ibu Aiwa sedang tidak berada ditempat, mohon maaf. 




"BERSAMBUNG KEEDISI SELANJUTNYA"


RIKA YUSNIA

"TEAM PEMBURU KORUPTOR"

Amankan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polres Lampung Utara Laksanakan Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Krakatau 2026



Lampung Utara - maungmarabes.com Polres Lampung Utara menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Krakatau 2026 dalam rangka pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mako Polres Lampung Utara, Kamis (12/3/2026).


Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan dan Wakil Bupati Lampung Utara Romli serta di hadiri perwakilan dari berbagai instansi terkait.



Dalam amanatnya, Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan menegaskan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapan seluruh personel dalam melaksanakan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri.


“Apel gelar pasukan ini merupakan wujud kesiapan kita dalam melaksanakan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Krakatau 2026 guna mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” ujar Kapolres.


Ia menjelaskan, operasi tersebut akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam pelaksanaannya, Polres Lampung Utara menerjunkan sekitar 100 personel yang juga didukung oleh instansi terkait lainnya.


Selain itu, pihak kepolisian juga telah menyiapkan tiga pos pengamanan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran.


“Polres Lampung Utara telah mendirikan tiga pos, yakni dua Pos Pengamanan di Simpang Propau dan Bukit Kemuning, serta satu Pos Pelayanan di Kelapa Tujuh,” jelas Kapolres.


Kapolres juga mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan mudik agar tetap memperhatikan keamanan rumah dan barang berharga yang ditinggalkan.


“Kami juga membuka layanan penitipan barang secara gratis bagi masyarakat yang hendak menitipkan kendaraan seperti sepeda motor di Polres maupun Polsek jajaran,” tambahnya.


Melalui Operasi Ketupat Krakatau 2026, Polri bersama instansi terkait berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama arus mudik hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri berlangsung.


( Heri s )


Lampung Utara

Polres Lampung Barat Gelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 Pengamanan Idul Fitri 1447 H

 


Lampung Barat — Polres Lampung Barat menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 dalam rangka kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 12 Maret 2026 di halaman Mapolres Lampung Barat dan diikuti oleh personel TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, tenaga kesehatan serta instansi terkait lainnya.



Dalam pelaksanaan apel tersebut, Kapolres Lampung Barat bersama Wakil Bupati Lampung Barat bertindak sebagai Inspektur Upacara. Amanat Kapolri dalam apel gelar pasukan tersebut dibacakan oleh Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin.


Dalam amanat Kapolri yang dibacakan, disampaikan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama pelaksanaan arus mudik, perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, hingga arus balik.


Operasi ini juga bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, keamanan di tempat-tempat ibadah, pusat keramaian, terminal, objek wisata serta lokasi strategis lainnya yang berpotensi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri.


Kapolres Lampung Barat dalam keterangannya menyampaikan bahwa Polres Lampung Barat bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan guna memastikan perayaan Idul Fitri 1447 H di wilayah Kabupaten Lampung Barat berjalan aman dan kondusif.


“Melalui pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 ini, kami memastikan seluruh personel yang terlibat siap melaksanakan tugas pengamanan. Kami juga telah menyiapkan berbagai pos pengamanan dan pelayanan untuk memberikan rasa aman serta pelayanan terbaik kepada masyarakat selama arus mudik, perayaan Idul Fitri hingga arus balik,” ujar Kapolres.


Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga ketertiban serta mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan mudik maupun saat merayakan Hari Raya Idul Fitri.


Polres Lampung Barat bersama TNI dan seluruh instansi terkait berkomitmen untuk memberikan pengamanan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.


Melalui sinergi dan kesiapsiagaan seluruh personel, diharapkan rangkaian perayaan Idul Fitri, mulai dari arus mudik, pelaksanaan ibadah hingga arus balik di wilayah Kabupaten Lampung Barat dapat berjalan dengan aman, lancar dan kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh rasa aman dan kebahagiaan.(IF/humas)