Postingan Populer


MAUNG MARABES

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

24 KPM Desa Cahaya Makmur Mengaku Belum Terima BLT-DD Tiga Bulan, AKPERSI Lampung Utara Turun Investigasi



Lampung Utara – maungmarabes.com Dugaan keterlambatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kembali mencuat di Desa Cahaya Makmur, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara.

Informasi ini diperoleh Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPC AKPERSI) Lampung Utara dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya hak warga yang belum diterima.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Ketua DPC AKPERSI Lampung Utara bersama anggota melakukan investigasi langsung ke lapangan guna menggali informasi secara faktual dan berimbang. 

Dalam kegiatan tersebut, tim menemui sejumlah warga, termasuk salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bernama Husin.

Dalam keterangannya, Husin mengungkapkan bahwa dirinya bersama 24 KPM lainnya belum menerima BLT Dana Desa selama tiga bulan terakhir di tahun 2025. 

Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 24 Maret 2026, sekitar pukul 16.55 WIB, saat ditemui di kediaman Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), “Romi” di Desa Cahaya Makmur.

“Tersalurkan pak, cuman ini baru 3 kali, yang satunya belum (maksudnya penyaluran tahap ke-4). Jumlahnya Rp 900.000, untuk 24 KPM (keluarga penerima manfaat)” ucap Husin.

Menurut Husin, bantuan tersebut sangat dinantikan oleh warga karena menjadi salah satu penopang kebutuhan ekonomi sehari-hari. 

Ia berharap agar penyaluran BLT Dana Desa dapat segera direalisasikan sesuai dengan hak yang seharusnya diterima oleh masyarakat.

“Keterangan ini benar, dan sanggup dipertanggungjawabkan sampai kemana saja” lanjut Husin.

Usai melakukan penelusuran dan menghimpun keterangan dari warga, tim DPC AKPERSI Lampung Utara juga berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Desa Cahaya Makmur, Zainal Abidin, dengan mendatangi kediamannya. 

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil lantaran yang bersangkutan tidak berada di tempat, sebagaimana disampaikan oleh salah satu anggota keluarga yang menemui tim saat itu.

Karena upaya konfirmasi langsung belum membuahkan hasil. Kemudian pihak AKPERSI DPC Lampung Utara mengirimkan surat permintaan konfirmasi dan klarifikasi secara resmi ke Kades Cahaya Makmur.

Sebagai bagian dari kontrol sosial, AKPERSI menegaskan bahwa investigasi ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa. 

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Dana Desa harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui program BLT-DD bagi warga yang memenuhi kriteria.

Selain itu, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 201/PMK.07/2022 mengatur bahwa penyaluran Dana Desa wajib dilakukan secara tertib, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Sementara Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 13 Tahun 2023 menegaskan bahwa BLT-DD merupakan prioritas penggunaan Dana Desa dalam upaya penanganan kemiskinan ekstrem.

AKPERSI Lampung Utara menyatakan akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan guna memperoleh penjelasan yang utuh, sekaligus mendorong penyelesaian persoalan ini secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.


( Heri s )

Polisi Hadir di Tengah Ladang, Menyemai Harapan Petani Jagung Rambang Demi Masa Depan Pangan Bangsa

 



Muara Enim – Kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Rambang. Di tengah terik matahari, aparat kepolisian bersama penyuluh pertanian turun langsung ke lahan warga untuk memastikan pertumbuhan bibit jagung yang menjadi harapan baru bagi petani di Desa Sugih Waras Barat, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, Rabu (25/3/26) 



Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afianata, didampingi Bhabinkamtibmas AIPDA Nopran I serta para penyuluh pertanian. Mereka menyusuri lahan seluas kurang lebih 5,75 hektare milik Amiril Mukminin, Ketua Kelompok Tani Air Simpur Bersatu.



Di lahan tersebut, tampak bibit-bibit jagung telah tumbuh dengan baik—hijau, segar, dan penuh harapan. Pemandangan ini bukan sekadar tanaman yang tumbuh, tetapi simbol semangat petani yang terus berjuang demi kehidupan yang lebih baik.



Kapolres Muara Enim Hendri Syaputra, SIK melalui Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afianata, ST, MSI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.


“Monitoring ini bukan hanya memastikan tanaman tumbuh dengan baik, tetapi juga memberi semangat kepada petani bahwa mereka tidak sendiri. Kami hadir untuk mendukung dan mengawal program ini agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.



Lebih dari sekadar tugas, kehadiran polisi di tengah-tengah lahan pertanian menjadi bukti nyata sinergi antara aparat dan masyarakat. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan hasil panen ke depan dapat meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga.



Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program penanaman jagung Kuartal I Tahun 2026 yang merupakan inisiatif pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.



Di akhir kegiatan yang berlangsung hingga sore hari, situasi terpantau aman dan kondusif. Namun lebih dari itu, terselip harapan besar—bahwa setiap benih yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi sumber kehidupan bagi banyak keluarga di masa mendatang.

Dengan langkah kecil yang penuh kepedulian ini, Polsek Rambang menunjukkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya soal hukum, tetapi juga tentang merawat harapan dan masa depan masyarakat.

Arus Balik Terkendali, Polda Lampung Kawal 77.751 Kendaraan di Bakauheni

 


LAMPUNG - Arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, terpantau lancar dan terkendali. Polda Lampung melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) berhasil mengawal pergerakan puluhan ribu kendaraan tanpa hambatan berarti selama Operasi Ketupat 2026.


Berdasarkan data Ditlantas Polda Lampung, sebanyak 77.751 unit kendaraan menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni dalam periode 22 hingga 24 Maret 2026 pukul 08.00 WIB. Jumlah ini setara 36,46 persen dari total arus mudik yang sebelumnya mencapai 213.940 kendaraan.


Pergerakan arus balik juga diikuti 298.192 penumpang, dengan rincian 28.666 pejalan kaki dan 269.526 penumpang di dalam kendaraan. Seluruh pergerakan tersebut dilayani 382 trip kapal selama tiga hari.


Sementara itu, kendaraan yang menyeberang didominasi sepeda motor sebanyak 37.017 unit, disusul roda empat 39.344 unit, serta 1.390 unit bus.


Dirlantas Polda Lampung Kombes Pol N. Dedy Arifianto mengatakan, kelancaran arus balik tidak lepas dari kesiapan personel dan strategi pengamanan yang matang di lapangan.


“Seluruh personel kami siagakan penuh untuk memastikan arus kendaraan menuju pelabuhan tetap lancar, aman, dan tidak terjadi penumpukan panjang,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).


Ia menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas arus penyeberangan.


“Kami terus bersinergi dengan ASDP, TNI, dan seluruh stakeholder agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal selama arus balik,” katanya.


Selain itu, Ditlantas Polda Lampung juga memfasilitasi pembelian tiket kapal secara manual di sejumlah titik untuk mengurangi kepadatan di pelabuhan.


“Kami siapkan layanan penjualan tiket manual di Rest Area KM 20B, 33B, dan 49B. Selain itu, di jalur arteri lintas tengah tersedia di Pos Pam Lamsel Expo, serta di lintas timur di Pos Pam Gayam dan Pos Pam Rumah Makan Tiga Saudara,” jelasnya.


Langkah ini dilakukan untuk memecah antrean kendaraan dan mempercepat proses masuk pelabuhan.


“Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan titik pembelian tiket yang telah disediakan agar tidak terjadi penumpukan di kawasan pelabuhan,” tambahnya.


Dirlantas juga mengingatkan pemudik agar tetap disiplin selama perjalanan arus balik.


“Kami mengimbau seluruh pemudik untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga kondisi fisik, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima demi keselamatan bersama,” tegasnya.


Polda Lampung juga memprediksi puncak arus balik kedua Lebaran 2026 akan terjadi pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu, 28–29 Maret 2026. Lonjakan volume kendaraan diperkirakan meningkat signifikan sehingga masyarakat diminta mengatur waktu perjalanan lebih awal.


Keberhasilan pengamanan arus balik ini menegaskan komitmen Polda Lampung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas nasional pada momentum Lebaran 2026.


(IF)

Aliansi Jurnalis Persada (AJP) Lampung Barat: "Rakyat Butuh Aspal, Bukan Senyum dan Keluh Kesah Bupati!"

 



LAMPUNG BARAT – Pernyataan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, yang mengaku "sedih sekaligus senyum-senyum" melihat keluhan warga terkait jalan rusak di media sosial TikTok, menuai kritik pedas. Aliansi Jurnalis Persada (AJP) Lampung Barat menilai respons tersebut tidak peka dan cenderung meremehkan penderitaan rakyat yang setiap hari bertaruh nyawa di jalur tengkorak Sumberjaya–Tebu.


Dalam pidatonya, Bupati berdalih bahwa kondisi keuangan daerah sedang sulit. Namun, alasan klasik "defisit anggaran" ini dianggap sebagai bentuk cuci tangan birokrasi di tengah potret infrastruktur yang kian hancur lebat.


Jalan Rusak Bukan Konten Hiburan

Ketua DPC AJP Lampung Barat menyatakan bahwa aspirasi warga melalui TikTok bukanlah materi untuk "tersenyum". Hal itu adalah jeritan frustrasi masyarakat karena jalur distribusi ekonomi mereka lumpuh.


"Sangat ironis jika seorang pemimpin daerah justru merasa geli melihat rakyatnya protes di media sosial. Rakyat bertanya 'ke mana Bupatinya' bukan karena mereka tidak tahu beliau ada di mana, tapi karena mereka tidak merasakan kehadiran hasil kerjanya pada aspal yang mereka lalui," tegas rilis resmi AJP.

Krisis Keuangan atau Krisis Prioritas?


AJP juga menyoroti kontradiksi antara keluhan "uang sulit" dengan tata kelola jabatan di lingkungan Pemkab Lampung Barat. Di tengah klaim kesulitan anggaran, sorotan tajam justru tertuju pada dugaan praktik nepotisme yang kental, di mana banyak posisi strategis jabatan publik diduga diisi oleh kalangan kerabat dan keluarga dekat Bupati.


Poin Kritik Utama AJP Lampung Barat:

Kegagalan Lobby Anggaran: Jika anggaran daerah sulit, di mana peran sinergi dengan DPR RI dan DPRD yang diklaim Bupati "masih ada di sini"? Keberadaan mereka menjadi tidak relevan jika tidak mampu menarik anggaran pusat untuk perbaikan jalan strategis.


Dugaan Nepotisme: AJP mendesak transparansi dalam penempatan pejabat. "Sulit dipercaya keuangan daerah macet untuk infrastruktur, namun diduga lancar untuk mengakomodasi kepentingan kerabat di kursi birokrasi," tambah pernyataan tersebut.


Transparansi Dana BOK dan JKN: AJP mengingatkan bahwa pengawasan terhadap anggaran sektor lain, seperti dana kesehatan (JKN dan BOK), akan diperketat untuk memastikan tidak ada kebocoran yang memperparah kondisi keuangan daerah.

Desakan Nyata


AJP Lampung Barat mendesak Pemerintah Kabupaten untuk segera melakukan langkah konkret:

Melakukan audit transparansi anggaran pembangunan infrastruktur tahun 2025.


Menghentikan narasi "curhat" di mimbar publik dan menggantinya dengan solusi teknis perbaikan jalan.

Mengevaluasi penempatan pejabat agar berbasis kompetensi, bukan koneksi kekeluargaan.

"Rakyat Lampung Barat tidak butuh rasa sedih atau senyuman Bupati. Yang kami butuhkan adalah kepastian kapan jalan Sumberjaya–Tebu kembali layak dilalui tanpa harus diviralkan terlebih dahulu," tutup rilis tersebut.


Kontak Media:

DPC Aliansi Jurnalis Persada (AJP) Lampung Barat


(Tim)

Polda Sumsel Perkuat Soliditas Internal, Kapolda Tekankan Kesiapsiagaan dan Akuntabilitas Anggaran

 



PALEMBANG — Memasuki hari pertama kerja usai cuti bersama Idul Fitri 1447 H, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho memimpin apel pagi sekaligus halal bihalal bersama jajaran di Halaman Mapolda Sumsel, Rabu (25/3/2026) pukul 07.00 WIB.



Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, serta seluruh Pejabat Utama (PJU) dan personel Polda Sumsel.


Momentum ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas kedinasan sekaligus ajang konsolidasi internal untuk menyelaraskan arah kebijakan Polda Sumsel pascalebaran.


Dalam arahannya, Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadhan, Idul Fitri, hingga Hari Raya Nyepi.


Menurut Kapolda, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, ASN, serta seluruh elemen masyarakat.


“Keberhasilan pengamanan ini adalah hasil kerja bersama. Ini menjadi modal kepercayaan publik yang harus kita jaga dan tingkatkan,” tegas Kapolda.


Kapolda menegaskan bahwa meskipun telah memasuki masa kerja normal, Operasi Ketupat 2026 belum resmi berakhir dan masih berlangsung hingga pukul 24.00 WIB.


Seluruh personel diminta tetap siaga penuh, khususnya dalam memantau dinamika arus balik dan situasi kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.


Instruksi ini menegaskan komitmen Polda Sumsel untuk menutup rangkaian operasi dengan standar pengamanan tertinggi.


Selain pengamanan arus balik, Kapolda juga menyoroti potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai ancaman yang harus diantisipasi sejak dini.


Berdasarkan data dan prediksi BMKG, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang lebih awal dan cenderung lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, dengan puncak terjadi pada Juli hingga Agustus.


Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot) yang dapat berkembang menjadi kebakaran.


Kapolda menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera memperkuat langkah mitigasi, termasuk:

* Sinergi lintas instansi

* Pemetaan wilayah rawan

* Edukasi kepada masyarakat

* Pencegahan praktik pembakaran lahan


“Karhutla tidak bisa ditangani secara sektoral. Kita harus bergerak bersama dan lakukan pencegahan sejak dini,” tegas Kapolda.


Kapolda juga memberikan penekanan tegas kepada seluruh Satuan Kerja (Satker) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja dan penyerapan anggaran tahun 2026.


Ia menegaskan bahwa kinerja institusi tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Program kerja tidak boleh hanya selesai di atas kertas. Harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.


Apel pagi dilanjutkan dengan kegiatan halal bihalal yang diwarnai saling bersalaman antar personel.


Momentum ini menjadi simbol penguatan soliditas internal sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan terarah.


“Kapolda tidak hanya mengapresiasi capaian, tetapi juga langsung memetakan tantangan ke depan. Ini menunjukkan Polda Sumsel selalu siap menghadapi dinamika yang berkembang,” ujarnya.


Apel perdana dan halal bihalal Idul Fitri 1447 H ini menegaskan bahwa Polda Sumatera Selatan tidak berhenti pada momen seremonial, melainkan langsung bergerak menghadapi tantangan ke depan.


Di bawah kepemimpinan Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, seluruh jajaran berkomitmen untuk Menuntaskan Operasi Ketupat 2026 dengan optimal, Mengantisipasi Karhutla secara proaktif serta Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Polda Sumsel hadir sebagai institusi yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Modus Minta Bantuan Step Motor, Dua Pemuda Dibegal Di Kebun Tebu, Satu Pelaku Residivis Berhasil Ditangkap, Satu Lagi Buronan

 


Tulang Bawang, Selasa (24/03/2026) – Kecepatan dan ketangkasan anggota Unit Reskrim Polsek Menggala bersama Tim Tekab 308 Polres Tulang Bawang kembali teruji. Berkat kerja keras dan penyelidikan yang mendalam, kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) yang terjadi di areal perkebunan tebu PT. Sweet Indo Lampung KM.06, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, berhasil diungkap dalam waktu singkat. Peristiwa yang menimpa dua pelajar ini terjadi pada Sabtu, 21 Maret 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.

 


Kasus ini bermula ketika korban Angga Ruparulian Hutagalung (18) dan Dika Ariansyah (17), keduanya pelajar, berboncengan menggunakan sepeda motor milik Dika berencana menjemput kerabat. Di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan dua orang laki-laki yang berpura-pura meminta bantuan untuk menyalakan motor yang mogok. Dengan niat baik, korban bersedia membantu. Namun, niat suci itu justru menjadi pintu masuk bagi kejahatan.

 

Setelah korban terjebak dalam perjalanan jauh hingga ke area perkebunan, kedok kedua pelaku terbuka. Terjadi pemaksaan dan ancaman kekerasan, bahkan korban diancam akan dibunuh jika tidak menyerahkan barang berharga. Akibat peristiwa ini, korban kehilangan satu unit HP Infinix Smart 9 dan satu unit sepeda motor Honda Beat hitam yang baru dibeli dua minggu sebelumnya. Total kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp3.000.000.

 

"Kami menerima laporan dengan cepat dan langsung memerintahkan jajaran untuk turun tangan. Ini adalah kejahatan yang memanfaatkan kebaikan hati, tentu tidak bisa kami biarkan dan harus ditindak tegas," tegas Kapolsek Menggala, IPTU Yusrizal, S.H., saat dikonfirmasi.

 

Berdasarkan hasil penyidikan, pihak kepolisian berhasil mengamankan satu tersangka yang berinisial R (23), warga Kampung Bakung Ilir, Kecamatan Gedung Meneng. Yang mengejutkan, pelaku ini ternyata bukan orang baru dalam dunia kriminal. Ia tercatat sebagai residivis kasus pencurian pada tahun 2023. Sementara itu, satu rekannya yang dikenal dengan panggilan Bus masih dalam pengejaran dan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

 

Dalam operasi penangkapan, pelaku R sempat berusaha meloloskan diri saat akan dibawa ke kantor polisi, namun upaya itu gagal berkat kerjasama yang solid antara anggota kepolisian dan warga sekitar yang sigap. Pada Minggu, 22 Maret 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, barang bukti berupa motor dan HP korban juga berhasil ditemukan dan diamankan di areal kebun tebu PT. SIL.

 

Tersangka kini telah diamankan di Polsek Menggala untuk menjalani proses hukum. Ia dijerat dengan Pasal 479 ayat (2) huruf d atau Pasal 479 ayat (1) Jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara yang berat.

 

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tetap berhati-hati saat berinteraksi dengan orang asing di jalanan, meskipun permintaan mereka terlihat sepele. Kepolisian akan terus bekerja maksimal untuk menciptakan rasa aman dan menindak tegas setiap pelaku kejahatan," tegas IPTU Yusrizal.

 

Hingga saat ini, penyidikan masih berlangsung untuk melengkapi berkas perkara serta upaya penangkapan terhadap DPO yang masih buron. Masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan pelaku yang melarikan diri diharapkan dapat melaporkannya ke kantor polisi terdekat.


(IF)

Antisipasi Lonjakan Arus Balik Lebaran, Polres Lampung Utara Siagakan Personel di Titik Rawan Kemacetan

 


Lampung Utara – Mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran, Polres Lampung Utara menyiagakan personel di sejumlah titik rawan kemacetan, Selasa (24/3/2026).



Penempatan personel ini difokuskan pada titik-titik strategis yang kerap mengalami peningkatan volume kendaraan, di antaranya Simpang Lampu Merah Kebun 4, Tugu Alamsyah RPN, kawasan Candimas, serta Simpang Propau.


Personel Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Lampung Utara tampak berjaga dan melakukan pengaturan arus kendaraan guna memastikan kelancaran lalu lintas serta mencegah terjadinya kepadatan yang berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.


Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengendara agar tetap mematuhi aturan berlalu lintas, menjaga kondisi kendaraan, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik.


Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Herawati menyampaikan bahwa langkah ini merupakan upaya preventif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Kami telah menempatkan personel di titik-titik rawan kemacetan untuk mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran. Diharapkan dengan kehadiran petugas, arus lalu lintas dapat berjalan lancar dan masyarakat merasa aman selama perjalanan,” ujar IPTU Herawati.


Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tertib berlalu lintas, mematuhi rambu-rambu, serta tidak memaksakan diri apabila kondisi tubuh lelah saat berkendara.


Dengan kesiapsiagaan personel di lapangan, diharapkan arus balik Lebaran di wilayah Lampung Utara dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.(*)