Postingan Populer


MAUNG MARABES

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

DIDUGA KETUA KELOMPOK TANI CITRA MULIA DS KEBAN AGUNG MS LAHAT JUAL BELI MESIN BANTUAN PEMERINTAH MELALUI DINAS TPHP

 



Lahat, 


Dugaan Gratifikasi Jual Beli Mesin bantuan Pemerintah Melalui Dinas Tanaman Pangan  Holtikultura dan peternakan Kabupaten  Lahat Untuk Kelompok Tani Citra Mulia diDesa Keban Agung Kecamatan Mulak Sebingkai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2025 berupa mesin Pertanian Pencacah padi modern,Diduga pada saat Ketua Kelompok tani Citra Mulia menerima bantuan tersebut dari dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Lahat tanpa sepengetahuan Anggota kelompok tani Citra Mulia,serta tidak ada pembuatan Proposal yang disetujui oleh Anggota Kelompok Tani Citra Mulia serta tidak ada pengajuan proposal yang dibuat dan diketahui oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga Balai Penyuluh Pertanian (BPP) ,diduga kuat dengan tanpa  adanya pengajuan proposal sehingga kuat dugaan jual beli dari dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Lahat dengan ketua kelompok tani Citra Mulia dengan menebus Rp. 65.000.000 (enam puluh lima juta rupiah)sehingga sampai saat ini mesin tersebut tidak ada didesa Keban Agung atau dikelompok tani citra Mulia . Berdasarkan keterangan dari Narasumber kami yang dapat dipercaya mesin pertanian tersebut telah dijual belikan ketua kelompok tani Citra Mulia kepada orang lain.


Terkuaknya permainan Ketua Kelompok Tani Citra Mulia Desa Keban Agung Kecamatan Mulak sebingkai berawal dari  pengakuan warga jarai  Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan yang tidak mau disebutkan namanya kepada awak media ini 13-06-2026 mengatakan sebelumnya ditahun 2025 ada pengajuan untuk mendapatkan bantuan mesin penggiling padi yang terbaru untuk kami kelompok tani, tetapi entah kenapa sampai ditahun 2026 ini tidak ada,Apakah memang ada atau tidak kami tidak tahu .Namun pernah ada orang Mulak menawarkan mesin penggiling padi modern menawarkan kepada kami yang mengatakan bantuan tersebut dari pemerintah tahun 2025"ujarnya".


Salah satu staf Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan yang enggan menyebutkan namanya 16-06-2026 dengan berbisik kepada awak media mengatakan saya tahu persis pada saat penyerahan mesin pertanian pencacah padi Iin Saputra ketua kelompok Tani Citra Mulia menerima bahkan menandatangani serah terima barang, padahal tidak ada proposal ,ini ada permainan harusnya untuk kelompok tani yang lain dialihkan ke kelompok Tani Citra Mulia karena ada gratifikasi atau jual beli, "ujarnya".


Salah satu anggota Kelompok Tani Citra Mulia Desa Keban Agung Kecamatan Mulak Sebingkai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan 16-06-2026 yang meminta namanya jangan disebut kepada awak media ini mengatakan,saya pernah mendengar bahwa ketua kami menebus Mesin penggiling padi bantuan dari Dinas Pertanian namun tidak untuk kelompok Tani, bahkan mesin tersebut tidak ada dengan kami,bahkan saya pernah mendengar mesin tersebut dijual kepada orang lain.Mesin yang dikatakan untuk kami kelompok tani Citra Mulia saya tidak pernah melihat apalagi sampai menggunakannya, bagaimana saya mau menjawabnya ada jika mesin itu tidak pernah sampai kekelompok kami. Bahkan untuk proposal pengajuannya pun saya tidak tahu selaku anggota, "tuturnya.


Hal yang sama dituturkan warga Desa Keban Agung KecamatanMulak Sebingkai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera selatan yang mengaku Anggota Kelompok Tani  Citra Mulia 16-06-2026 memang benar saya anggota Kelompok Tani Citra Mulia, tetapi mengenai bantuan mesin Penggiling padi tersebut saya tidak tahu menahu, bahkan tidak pernah sampai mesin tersebut ke kelompok kami.Pengajuannya saja kami tidak tahu-menahu, kapan dan seperti apa bentuknya,namun kabar yang berkembang ketua kami mendapat bantuan dari dinas pertanian tanpa diberitahukan kepada kami,bahkan kabarnya mesin tersebut menebus dengan orang Dinas.Menurut saya ganti saja Ketua Kelompok tani Citra Mulia, ganti yang lebih mengementingkan kepentingan bersama, jangan ketua yang hanya makan sendiri , mikirkan diri sendiri,enak sendiri. Guna Kelompok untuk memajukan kepentingan dan memudahkan setiap apa saja yang kita kerjakan dikegiatan pertanian, dan sesama menguntungkan, "harapnya".


Iin Saputra selaku Ketua Kelompok Tani Citra Mulia Desa Keban Agung Kecamatan Mulak Sebingkai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan tiga kali dikomfirmasi oleh Awak media Via WhatApss 18-06-2026 Nomor 0823-7764-XXXX sampai berita ini diterbitkan tidak memberikan jawaban bahkan memblokir nomor awak media ini. 


Mukhsin selaku Penyuluh Pelaksana Lapangan (PPL) Kecamatan Mulak Sebingkai Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan saat dikomfirmasi oleh awak media ini 18-06-2026 Saya selaku PPL tidak tahu mengenai bantuan mesin pencacah padi untuk kelompok tani Citra Mulia desa Keban Agung, jika memang ada bantuan seharusnya pembuatan proposal melaui saya dahulu baru bisa keDinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Lahat. Ini jelas menyalahi aturan yang ada,karena jika memang mesin tersebut ada tentunya saya selaku PPL yang akan memberikan penyuluhan mengenai Mesin tersebut tetapi sampai sekarang ditahun 2026 saya tidak tahu tentang mesin tersebut, " ujarnya".


Hermansyah selaku Balai Penyuluh pertanian Kecamatan Mulak Sebungkai Kabupaten Lahat Sumatera Selatan saat dikomfirmasi oleh awak media ini Via WhatApps  19-06-2026  nomor 0821-8178-XXXX menjawab kami selaku BPP tidak tahu menahu masalah itu, karena kami selaku BPP akan menandatangani setelah PPL jika ada proposal tersebut, tidak ada komfirmasi dengan kami, bahkan bantuannya turunpun kami tidak tahu dimana, "jawabnya".


Alfatah Dwi Saputra ,S.TP.M.M selaku Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lahat  dua kali  dikomfirmasi diruangan kerjanya tidak pernah ada ditempat,bahkan saat awak media ini konfirmasi Via WhatAppss 19-06-2026 nomor 0813-6842-XXXX sampai berita ini diterbitkan tidak memberikan jawaban.


RIKA YUSNIA

"BERSAMBUNG KEEDISI 

"TEAM PEMBURU KORUPTOR"

ESI Prabumulih Juara Kapolres Cup Road to Kapolri Cup 2026, Siap Wakili Prabumulih di Tingkat Polda Sumsel



PRABUMULIH, maungmarabes.com – Tim ESI Prabumulih berhasil meraih gelar Juara 1 pada Turnamen E-Sport Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Kapolres Cup Road to Kapolri Cup 2026 yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Sabtu (20/06/2026).

Turnamen yang diikuti 32 tim dari berbagai komunitas gamer di Kota Prabumulih tersebut berlangsung meriah dan kompetitif. Pada partai final, ESI Prabumulih berhasil mengalahkan tim Supernova yang harus puas di posisi kedua, sementara Tim Retribution sukses mengamankan posisi ketiga.

Berkat hasil tersebut, ketiga tim pemenang berhak mewakili Kota Prabumulih pada ajang Kapolri Cup tingkat Polda Sumatera Selatan.

Ketua ESI Kota Prabumulih, Ladi Yansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menjunjung tinggi sportivitas selama turnamen berlangsung.

"Kami mengucapkan selamat kepada tim ESI Prabumulih yang berhasil meraih gelar juara. Prestasi ini menunjukkan bahwa atlet e-sport Prabumulih memiliki kualitas dan kemampuan untuk bersaing di level yang lebih tinggi. Semoga dapat memberikan hasil terbaik saat mewakili Prabumulih di tingkat Polda Sumsel," ujar Ladi Yansyah.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Prabumulih beserta jajaran yang telah memberikan dukungan terhadap perkembangan e-sport di Kota Prabumulih melalui penyelenggaraan turnamen tersebut.

Sementara itu, Valent, selaku Pelatih sekaligus Ketua Tim Divisi Mobile Legends ESI Kota Prabumulih, mengaku bangga atas pencapaian para atlet binaannya dalam Turnamen Kapolres Cup Road to Kapolri Cup 2026.

Menurut Valent, keberhasilan ESI Prabumulih meraih Juara 1 dan Tim Retribution meraih Juara 3 menjadi bukti nyata bahwa pembinaan atlet yang dilakukan ESI Kota Prabumulih berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.

"Saya sangat bangga dengan hasil yang diraih anak-anak. Dua tim yang mewakili ESI Kota Prabumulih berhasil masuk jajaran pemenang, yaitu ESI Prabumulih sebagai Juara 1 dan Tim Retribution sebagai Juara 3. Mereka merupakan atlet-atlet binaan yang berada di bawah naungan ESI Kota Prabumulih," kata Valent.

Ia menambahkan, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin latihan, serta semangat para pemain untuk terus berkembang dan berkompetisi secara sehat.

"Ini bukan hanya kemenangan bagi tim, tetapi juga kemenangan bagi perkembangan e-sport Kota Prabumulih. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi. Selanjutnya kami akan fokus mempersiapkan tim ESI Prabumulih untuk menghadapi persaingan di tingkat Polda Sumatera Selatan," tambahnya.

Valent juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Prabumulih, ESI Kota Prabumulih, para orang tua atlet, serta seluruh pihak yang telah mendukung perkembangan e-sport di Kota Nanas tersebut.

Daftar Pemenang Kapolres Cup Road to Kapolri Cup 2026

Juara 1 – ESI Prabumulih

M. Bayazid Ya'la Al Habib

Rasya Anugrah Pratama

Fathier Ahmad Gibran Lazuardy

Tobias Yose Moreno

Steven Geraldo Tobing

Juara 2 – Supernova

Saylendra Al Pasha

Cristian Dhio Pratama

Ghenta Armedya

Handika Anjasmoro

Ilham Fadilah Ramadhan

Juara 3 – Tim Retribution

Muhamad Fadil Yuanza

Muhammad Rafi Alfakhri

Muhammad Gilang Ramadhan

Zahir Mata Haidar

Muhammad Arif

Dengan hasil ini, ketiga tim pemenang akan membawa nama Kota Prabumulih pada ajang Kapolri Cup tingkat Polda Sumatera Selatan. Masyarakat dan pecinta e-sport berharap para atlet kebanggaan Prabumulih tersebut mampu kembali menorehkan prestasi dan melangkah hingga tingkat nasional.

(Red)

Suara Konser di Citimol Prabumulih Ganggu Pasien RSUD, Warga Minta Pemkot Cabut Izin


PRABUMULIH – Warga dan keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih kecewa dan menuntut tanggung jawab Pemerintah Kota Prabumulih. Pasalnya, kegiatan konser yang digelar di kawasan Citimol Prabumulih dinilai sangat mengganggu kenyamanan serta proses pemulihan kesehatan pasien akibat suara keras yang memekakkan telinga.


 


Keluhan ini bermunculan dari sejumlah warga yang merawat kerabat di RSUD Prabumulih. Mereka mengaku suara dentuman musik dan sorakan penonton dari lokasi konser terdengar sangat jelas hingga masuk ke ruang rawat, bahkan di jendela kamar pasien yang tertutup sekalipun. Kondisi ini membuat pasien sulit beristirahat, terkejut, hingga merasa sakit kepala dan gelisah—padahal rumah sakit adalah tempat pemulihan orang sakit yang butuh ketenangan.


 


“Suaranya keras sekali, sampai dengar jelas di dalam kamar rawat. Pasien jadi tidak bisa tidur dan makin terasa sakit. Harusnya Pemkot Prabumulih lebih peka, jangan izinkan lagi konser di lokasi yang terlalu dekat dengan rumah sakit seperti Citimol ini,” ujar salah satu warga pemohon.


 


Masyarakat pun bersatu menyuarakan harapan tegas: meminta Pemerintah Kota Prabumulih dan instansi terkait untuk tidak lagi mengeluarkan izin penyelenggaraan konser maupun kegiatan berisik serupa di kawasan Citimol. Mereka juga menilai penyelenggara acara (EO) seharusnya lebih bertanggung jawab dan mempertimbangkan lokasi kegiatan agar tidak merugikan kepentingan umum, terutama pasien yang sedang sakit.


 


Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari Pemkot Prabumulih maupun pihak pengelola Citimol terkait keluhan warga ini. Warga berharap permintaan ini segera didengar dan ditindaklanjuti demi menjaga kenyamanan dan hak kesehatan masyarakat di Prabumulih.


 


 (Redaksi)

DPRD Prabumulih Bakal Panggil Citimall dan EO, Riza: Konser Musik Jangan Lagi Digelar Dekat RSUD

 


Soroti Kenyamanan Pasien RSUD, Ketua Komisi II DPRD Minta Konser Musik Dipindah dari Citimall


Riza Ariansyah: Citimall Cocok untuk Kuliner dan UMKM, Bukan Konser Musik


Pasca Polemik Konser Citimall, DPRD Prabumulih Dorong Larangan Event Musik Dekat RSUD


Ketua Komisi II DPRD: Konser Musik Sebaiknya Digelar di Talang Djimar atau Taman Kota, Bukan Dekat RSUD


Polemik penyelenggaraan konser musik di kawasan Citimall Prabumulih yang berlokasi tidak jauh dari RSUD Prabumulih terus menjadi perhatian publik. Setelah ramai diperbincangkan dan viral di media sosial, kini DPRD Kota Prabumulih turut angkat bicara.

Ketua Komisi II DPRD Kota Prabumulih, Riza Ariansyah, menegaskan bahwa ke depan kegiatan konser musik tidak boleh lagi digelar di kawasan Citimall Prabumulih karena berpotensi mengganggu kenyamanan pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Prabumulih.

Menurut Riza, meskipun konser musik merupakan bagian dari hiburan masyarakat dan dapat memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha maupun UMKM, namun lokasi pelaksanaannya harus mempertimbangkan aspek sosial dan kepentingan publik yang lebih luas, terutama keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan.

"Rumah sakit merupakan tempat pasien menjalani pengobatan dan proses pemulihan. Kebisingan dari konser musik tentu berpotensi menimbulkan gangguan dan ketidaknyamanan bagi pasien maupun keluarga pasien yang sedang mendampingi," ujar Riza, Jumat (19/6/2026).

Ia menilai persoalan ini harus menjadi evaluasi bersama agar tidak kembali menimbulkan polemik serupa di kemudian hari. Apalagi kegiatan tersebut telah menjadi sorotan masyarakat dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media.

Sebagai tindak lanjut, Komisi II DPRD Prabumulih berencana segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil seluruh pihak yang terkait dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Pihak yang akan diundang antara lain manajemen Citimall Prabumulih, Event Organizer (EO), Camat Prabumulih Timur, lurah setempat, instansi teknis terkait, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses penerbitan izin kegiatan.

"Kami ingin mengetahui secara jelas bagaimana proses perizinannya, siapa saja yang memberikan rekomendasi, bagaimana bentuk koordinasi yang dilakukan, dan sejauh mana pertimbangan terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar, khususnya RSUD Prabumulih," tegasnya.

Riza mengatakan, DPRD tidak bermaksud menghambat kegiatan hiburan ataupun aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, menurutnya, penyelenggaraan kegiatan harus tetap memperhatikan lokasi dan dampaknya terhadap fasilitas publik yang ada di sekitar area kegiatan.

Karena itu, ia menegaskan bahwa yang menjadi perhatian DPRD bukan seluruh kegiatan di Citimall, melainkan khusus kegiatan konser musik yang menggunakan sound system berdaya besar dan berpotensi menimbulkan tingkat kebisingan tinggi.

"Kalau kegiatan seperti bazar kuliner, pameran UMKM, senam bersama, kegiatan sosial, hiburan keluarga, atau event promosi lainnya tentu masih bisa dilaksanakan. Yang menjadi persoalan adalah konser musik dengan volume suara tinggi yang berpotensi mengganggu pasien rumah sakit," jelasnya.

Menurut Riza, kawasan Citimall Prabumulih tetap dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat yang tidak menimbulkan kebisingan berlebihan. Dengan demikian, aktivitas ekonomi dan hiburan masyarakat tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan pasien yang sedang dirawat.

Lebih lanjut, politisi tersebut menyarankan agar kegiatan konser musik skala besar dialihkan ke lokasi lain yang lebih representatif dan tidak berdekatan dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

"Kota Prabumulih masih memiliki sejumlah lokasi yang lebih layak untuk konser musik, seperti Lapangan Talang Djimar, Taman Kota Prabumulih, maupun area terbuka lainnya. Tempat-tempat tersebut jauh lebih tepat sehingga masyarakat tetap bisa menikmati hiburan tanpa mengganggu pelayanan kesehatan dan kenyamanan pasien," katanya.

Riza berharap hasil RDP yang akan digelar dalam waktu dekat dapat menghasilkan rekomendasi yang jelas mengenai mekanisme penyelenggaraan kegiatan keramaian di Kota Prabumulih. Ia juga meminta seluruh pihak menjadikan persoalan ini sebagai pelajaran agar ke depan setiap kegiatan besar benar-benar memperhatikan dampak sosial, lingkungan, dan kepentingan masyarakat luas.

"Kita ingin ada keseimbangan. Hiburan masyarakat tetap berjalan, UMKM tetap tumbuh, tetapi kenyamanan pasien dan pelayanan kesehatan juga harus menjadi prioritas. Jangan sampai kegiatan hiburan justru menimbulkan keresahan atau mengganggu masyarakat yang sedang membutuhkan ketenangan untuk berobat," pungkasnya.

Konser Musik di Citimall Berpotensi Ganggu Pasien RSUD Prabumulih, Camat: Kecamatan Tidak Keluarkan Rekomendasi



PRABUMULIH, Maungmarabes.COM – Rencana pelaksanaan konser musik di halaman Citimall Prabumulih pada Jumat (19/6/2026) menuai perhatian masyarakat. Pasalnya, lokasi kegiatan tersebut berada tidak jauh dari RSUD Prabumulih yang setiap hari melayani pasien rawat inap maupun rawat jalan.


Masyarakat menilai penggunaan pengeras suara berdaya tinggi dalam konser musik berpotensi menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu kenyamanan pasien yang sedang menjalani perawatan dan proses pemulihan kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Kota Prabumulih tersebut.


Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sebelumnya, aktivitas pasar malam yang beroperasi di kawasan sekitar RSUD Prabumulih juga sempat menjadi sorotan publik karena menimbulkan kebisingan. Saat itu, pihak Kecamatan Prabumulih Timur bersama Satpol PP Kota Prabumulih turun langsung ke lokasi untuk meminta pengelola mengurangi bahkan menghentikan suara yang dianggap mengganggu pasien rumah sakit.


Menanggapi rencana konser musik tersebut, Camat Prabumulih Timur, Reki Saputra SH, menegaskan pihak kecamatan tidak pernah mengeluarkan rekomendasi terkait pelaksanaan kegiatan konser di halaman Citimall Prabumulih.


Menurut Reki, pihaknya juga tidak pernah diajak berkoordinasi terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut.


> "Soal perizinannya, kami dari Kecamatan Prabumulih Timur tidak mengeluarkan rekomendasi dan tidak ada koordinasi dengan kami. Yang kami ketahui, rekomendasi hanya dikeluarkan oleh Kelurahan Gunung Ibul Timur dan tembusannya disampaikan ke kecamatan," ujar Reki saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).




Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme perizinan kegiatan hiburan yang berpotensi menghadirkan keramaian dan kebisingan di kawasan yang berdekatan dengan fasilitas pelayanan kesehatan.


Sejumlah warga berharap penyelenggara maupun pihak terkait dapat mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan terhadap pasien RSUD Prabumulih, terutama pasien lanjut usia, anak-anak, serta pasien yang membutuhkan ketenangan selama masa perawatan dan pemulihan.


Selain itu, masyarakat juga meminta pemerintah daerah, aparat penegak perda, serta instansi terkait melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan hiburan yang berada di sekitar rumah sakit agar tidak mengganggu pelayanan kesehatan dan kenyamanan pasien.


Salah seorang tokoh LSM di Kota Prabumulih yang enggan disebutkan namanya turut menyoroti rencana pelaksanaan konser musik tersebut. Menurutnya, kegiatan hiburan dengan tingkat kebisingan tinggi kurang tepat dilaksanakan di lokasi yang berdekatan dengan rumah sakit.


> "Itu kan berdekatan dengan pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Jelas berpotensi mengganggu. Apalagi suara konser musik biasanya keras dan menimbulkan kebisingan. Tentunya bisa mengganggu pasien yang sedang menjalani perawatan kesehatan," ungkapnya.




Ia berharap penyelenggara, pihak pengelola lokasi, maupun instansi terkait dapat melakukan kajian dan pertimbangan ulang sebelum kegiatan dilaksanakan.


"Jangan sampai kegiatan hiburan justru mengurangi kenyamanan masyarakat yang sedang berobat. Rumah sakit merupakan tempat pasien mencari kesembuhan dan membutuhkan suasana yang tenang," tambahnya.


Pelaksanaan konser musik di Citimall Prabumulih diharapkan dapat dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan aspek sosial, kesehatan, serta kenyamanan masyarakat, khususnya pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Prabumulih. Pemerintah dan pihak terkait juga diharapkan dapat memastikan seluruh prosedur perizinan dan mitigasi dampak kebisingan telah dipenuhi sebelum kegiatan berlangsung.

(Red) 

Kapolres Muara Enim Bersama Tokoh Agama dan Elemen Masyarakat Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Silaturahmi Jelang Hari Bhayangkara ke-80


Muara Enim, – Dalam rangka mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta memeriahkan rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H. menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 bersama tokoh agama, elemen sabuk kamtibmas, mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP), dan masyarakat Kabupaten Muara Enim di Lobby Polres Muara Enim, Kamis (18/6/2026) dini hari.


Kegiatan  Nobar dihadiri langsung oleh Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., Kabag Logistik Polres Muara Enim Kompol Al Busro, S.Sos., Kasat Intelkam AKP Eddy Tri Jauhariansyah, Kasi Humas AKP RTM Situmorang, personel Polres Muara Enim, Sekretaris GP Ansor Muara Enim Iqbal Fansori, perwakilan KNPI Frans, perwakilan BEM UNSAN, STIT, PMII, mantan narapidana terorisme (eks napiter) Abu Ghozi alias Budi Setiawan Ismail, serta warga masyarakat Kabupaten Muara Enim.


Dalam kegiatan tersebut, para peserta bersama-sama menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 antara Portugal vs DR Congo yang berlangsung seru dan berakhir dengan skor imbang 1-1.


Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H. melalui Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang menyampaikan bahwa kegiatan nobar ini diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk seluruh masyarakat sebagai bentuk hiburan sekaligus sarana memperkuat komunikasi serta kebersamaan antara Polri dan masyarakat.


"Kegiatan nonton bareng ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Selain memberikan hiburan bagi masyarakat pecinta sepak bola, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, memperkuat sinergitas, dan membangun kebersamaan antara Polri dengan tokoh agama, elemen sabuk kamtibmas, mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Muara Enim," ujar AKP RTM Situmorang.


Menurutnya, kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan positif seperti ini diharapkan dapat semakin memperkuat kolaborasi dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keamanan lingkungan di tengah masyarakat.


Kegiatan nonton bareng berlangsung dengan penuh keakraban dan antusiasme. Para peserta tampak menikmati jalannya pertandingan sambil menjalin komunikasi yang harmonis dengan jajaran Polres Muara Enim.

(Red) 

Upacara 17-an Juni 2026, Dankodiklatad Tekankan Optimalisasi Kinerja dan Profesionalisme Personel



Bandung. Komandan Kodiklatad Letjen TNI Mohamad Hasan yang diwakili Direktur Doktrin (Dirdok) Kodiklatad Brigjen TNI Wawan Erawan, S.E., M.M., memimpin Upacara Bendera 17-an Bulan Juni 2026 di Lapangan Upacara Kodiklatad, Rabu (17/6/2026).


Upacara berlangsung dengan khidmat sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan, penguatan disiplin serta implementasi jiwa kejuangan dan loyalitas prajurit dalam pelaksanaan tugas. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh personel Kodiklatad, baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS).


Dalam amanatnya yang dibacakan Dirdok Kodiklatad, Dankodiklatad menekankan pentingnya optimalisasi kinerja seluruh satuan jajaran Kodiklatad pada akhir Triwulan II TA 2026 guna memastikan seluruh program kerja, pembinaan personel, pengembangan doktrin, pendidikan, latihan serta penyerapan anggaran dapat terlaksana secara efektif, tepat waktu dan sesuai sasaran


Melalui pelaksanaan Upacara Bendera 17-an ini, diharapkan seluruh prajurit dan PNS Kodiklatad semakin termotivasi untuk bekerja secara optimal, memperkuat sinergi serta menjaga integritas dalam mendukung terwujudnya Kodiklatad yang profesional, adaptif dan berorientasi pada kemajuan organisasi.


(Penerangan Kodiklatad)