Postingan Populer


MAUNG MARABES

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Lampung Diminta Waspadai Hujan Abu Vulkanik, Erupsi Anak Krakatau Kembali Terjadi di 2026

 



Lampung — maungmarabes.com. Hingga Minggu (6/9/2026) pagi, gunung api yang berada di wilayah administratif Kabupaten Lampung Selatan tersebut masih berstatus Level III atau Siaga. Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas erupsi di kawasan Selat Sunda.

Aktivitas terbaru tercatat pada Minggu, 6 September 2026 pukul 03.53 WIB. Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 46 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 30 detik.

Pada saat pemantauan dilakukan, tinggi kolom erupsi belum dapat diamati. Kendati demikian, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian dan terus dipantau oleh petugas.

Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau telah berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) malam. Sekitar pukul 23.07 WIB, gunung tersebut tercatat mengalami erupsi menerus yang disertai suara gemuruh.

Pemantauan Badan Geologi juga memperlihatkan adanya fenomena semburan lava yang secara visual menyerupai lava fountain atau air mancur lava. Semburan material pijar berwarna merah tampak keluar secara terus-menerus dari pusat aktivitas gunung.

Rangkaian aktivitas pada 4 hingga 5 September tersebut disebut Badan Geologi sebagai salah satu periode erupsi dengan intensitas tertinggi sepanjang 2026 sejak Gunung Anak Krakatau berada dalam status Siaga.

Meningkatnya aktivitas vulkanik turut menimbulkan perhatian terhadap potensi sebaran abu. Analisis BMKG dengan mengacu pada informasi PVMBG, VAAC Darwin serta pengamatan satelit Himawari-9 menunjukkan bahwa abu vulkanik dapat tersebar ke sejumlah wilayah mengikuti kondisi dan arah angin.

Sebagian wilayah Lampung, Banten dan Bengkulu serta kawasan perairan di sekitarnya masuk dalam area yang terpantau berpotensi terdampak sebaran abu.

Sejumlah laporan juga menyebut keberadaan abu vulkanik telah dirasakan di beberapa wilayah Lampung.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika terjadi hujan abu yang berpotensi mengganggu jarak pandang maupun kualitas udara.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker atau alat pelindung pernapasan, melindungi mata serta membatasi kegiatan di luar ruangan apabila kondisi udara dinilai mengganggu.

Selain semburan material vulkanik, aktivitas Gunung Anak Krakatau juga dilaporkan menimbulkan suara gemuruh dan dentuman yang terdengar di sejumlah daerah.

Laporan mengenai suara tersebut muncul dari wilayah Lampung, Banten hingga Jawa Barat. Badan Geologi menyebut fenomena suara dan getaran tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi yang sedang berlangsung. 

Pelepasan energi serta gas vulkanik dari aktivitas gunung api dapat menghasilkan gelombang suara yang merambat cukup jauh melalui atmosfer.

Di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum memiliki sumber resmi.

Badan Geologi juga telah melakukan evaluasi terhadap kondisi Gunung Anak Krakatau yang tumbuh kembali setelah peristiwa erupsi pada 22 Desember 2018.

Berdasarkan evaluasi terakhir yang disampaikan, ukuran tubuh gunung yang terbentuk kembali tersebut masih relatif kecil dan belum menunjukkan indikasi keruntuhan dalam skala yang dinilai dapat memicu tsunami.

Meski demikian, kondisi gunung tetap harus dipantau karena aktivitas vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu. 

Masyarakat diimbau tidak menyebarkan kabar mengenai tsunami apabila tidak berasal dari lembaga berwenang.

Untuk mengantisipasi risiko terhadap keselamatan, Badan Geologi melalui PVMBG menetapkan larangan bagi masyarakat, wisatawan, pengunjung maupun pendaki untuk melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Selain abu vulkanik, masyarakat juga diminta mewaspadai sejumlah potensi bahaya lain, seperti lontaran batu pijar, aliran lava dan awan panas.

Sementara masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Lampung dan Banten diimbau tetap menjalankan aktivitas dengan memperhatikan perkembangan situasi serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan BPBD.

Pemerintah bersama Badan Geologi dan instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat diharapkan menjadikan informasi dari Badan Geologi/PVMBG, BMKG, BNPB dan BPBD sebagai rujukan utama serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Sumber: Badan Geologi Kementerian ESDM/PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD dan ANTARA News. (Data perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau diperbarui Minggu, 6 September 2026.


( Heri s )

Polsek Rambang Gelar Program BELIDA-POLDA Sumsel, Bersihkan Lingkungan & Dukung Gerakan Indonesia ASRI

 


MUARA ENIM - Polsek Rambang Polres Muara Enim melaksanakan Program BELIDA-POLDA Sumsel (Bersih Lingkungan dan ASRI) dalam rangka mendukung Program Nasional Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Jumat (4/9/2026) sekira pukul 07.30 Wib. 


Kegiatan berpusat di Markas Komando Polsek Rambang dengan sasaran pembersihan dan perbaikan di jalan berlubang, tempat ibadah, serta tempat umum lainnya di wilayah hukum Polsek Rambang.

 

Kegiatan dilaksanakan atas dasar Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta perintah lisan Kapolres Muara Enim terkait pelaksanaan dan pelaporan giat BELIDA ASRI setiap hari Jumat ke Polda Sumsel. 


Dipimpin langsung oleh Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afianata, S.T., M.Si., M.H., kegiatan diikuti oleh para Kanit, Kasie, dan seluruh personel Polsek Rambang. Kegiatan berakhir sekira pukul 09.00 Wib, berjalan lancar, aman, dan kondusif.

 

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afianata, S.T., M.Si., M.H. mengatakan bahwa Program BELIDA bukan sekadar kegiatan kebersihan rutin, melainkan wujud kepedulian Polri terhadap lingkungan dan kenyamanan masyarakat. Kehadiran personel di tempat umum, tempat ibadah, dan jalan yang rusak merupakan bentuk nyata bahwa Polri hadir bukan hanya saat ada gangguan keamanan, tetapi juga dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keindahan lingkungan.

 

"Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi warga masyarakat untuk ikut serta menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, sehingga tercipta suasana yang aman, sehat, resik, dan indah sesuai semangat Gerakan Indonesia ASRI. Kebersihan dan keteraturan jalan serta tempat umum juga mendukung kelancaran aktivitas warga dan mencegah kecelakaan," ucap Kapolsek IPTU Zulkarnain.

 

Lebih lanjut, Kapolsek juga menegaskan bahwa kegiatan BELIDA akan terus dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat, dan akan terus melibatkan serta mengajak elemen masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah desa untuk bersama-sama merawat fasilitas umum dan lingkungan sekitar.

 

Kapolsek berharap, sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keteraturan lingkungan semakin erat, sehingga wilayah Rambang menjadi tempat yang nyaman, bersih, dan aman untuk ditinggali seluruh warga.

 

Polsek Rambang berkomitmen untuk terus melaksanakan Program BELIDA secara konsisten dan berkelanjutan, sebagai wujud pelayanan dan kepedulian Polri terhadap lingkungan hidup serta kesejahteraan masyarakat di wilayah hukumnya.

Deteksi Hotspot, Polsek Gunung Megang Gerak Cepat Cek Titik Api di Bangun Sari



MUARA ENIM — Jajaran Polsek Gunung Megang Polres Muara Enim kembali bergerak cepat menindaklanjuti informasi titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah hukumnya. Satu titik hotspot langsung dilakukan ground check hingga ke titik nol di Desa Bangun Sari, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Rabu (2/9/2026).


Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Gunung Megang AKP KMS Erwin, S.H., M.H., mengatakan pengecekan dilakukan setelah terpantau satu titik hotspot di wilayah Desa Bangun Sari.


“Hasil pengecekan di lapangan ditemukan adanya titik api dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 5 hektare. Lahan tersebut terdapat tanaman sawit,” ujar AKP KMS Erwin.


Ground check dilakukan mulai pukul 16.30 WIB hingga selesai. Lokasi hotspot berada pada koordinat 3°33'03.9"S 103°53'39.5"E, yang masuk wilayah Desa Bangun Sari, Kecamatan Gunung Megang.


Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Gunung Megang yang turun ke lokasi yakni AKP KMS Erwin, S.H., M.H., IPDA Jerry Astriyanto, S.H., dan Brigpol Agung Dwi Wahyu.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang menyampaikan bahwa pengecekan langsung terhadap setiap informasi hotspot merupakan bagian dari langkah deteksi dini dalam mencegah meluasnya Karhutla.


“Personel langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Selain melakukan dokumentasi, petugas juga memberikan imbauan kepada pemerintah desa dan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” jelasnya.


Polres Muara Enim terus mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran meluas.


Deteksi dini dan respons cepat menjadi langkah penting Polres Muara Enim bersama masyarakat dalam menjaga wilayah dari ancaman Karhutla.

Danrem 044/Gapo : Inovasi Ekstrak Kulit Singkong PS 08 Ampuh Tanggulangi Fire Spot Karhutla


Banyuasin – Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., mendampingi Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., meninjau langsung aplikasi pemadaman api menggunakan ekstrak kulit singkong PS 08 di Desa Muara Sugih, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Senin (1/9/2026).


Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung pemanfaatan inovasi berbahan dasar ekstrak kulit singkong sebagai salah satu alternatif dalam penanganan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).



Dalam kegiatan tersebut, Pangdam II/Sriwijaya bersama rombongan melihat secara langsung penerapan ekstrak kulit singkong PS 08 dalam memadamkan api.


Usai peninjauan, Danrem 044/Gapo juga berdialog dengan awak media terkait penggunaan ekstrak kulit singkong PS 08. Ia menekankan pentingnya pengembangan berbagai inovasi yang dapat membantu personel di lapangan dalam menghadapi ancaman karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran. 


Pemanfaatan ekstrak kulit singkong PS 08 diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pengujian dan penerapan di lapangan, sehingga mampu menjadi salah satu alternatif pendukung dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara efektif.

Kegiatan Reses Anggota DPRD Kota Prabumulih Masa Persidangan III Tahun 2026


Prabumulih,maungmarabes.com-22 Agustus 2026 Kegiatan Reses diLakukan di Kantor Camat Cambai Pada Hari Sabtu 22 Agustus 2026,

Yang dihadiri oleh Dapil III Prabumulih Utara dan Cambai

Yaitu Anisa Melda Shafira S.H,

Adha Nahar Dian Jaya S.si,

Rofika Susanti S.IP,

H.Zainudin SH

Ade Irama SH.MH

Purwaka SH

Ahmad Riza Diswan 

M.Rizky Dermawan .

Juga di dampingi oleh camat Cambai Yaitu Bapak Hendri SH

Beserta Perangkat Kelurahan/Desa, Tokoh Masyarakat, Pengurus RT/RW, dan Warga Sekitar.




Dalam Kegiatan reses ini dipimpin langsung oleh Anggota DPRD tersebut dalam rangka menyerap aspirasi, keluhan, serta masukan dari masyarakat.


Rapat reses ini di awali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dibuka oleh Kades Pangkul Yaitu Bapak Zakaria SH.MH

Dan Bapak camat cambai Hendri SH Sebagai Pembicara Pembukaan.


Guna Rapat Reses diLakukan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan menjelaskan bidang Infrastruktur yaitu Perbaikan jalan lingkungan, normalisasi saluran air/drainase, dan perbaikan lampu penerangan jalan umum.


Bidang Kesejahteraan Sosial & Ekonomi: Peningkatan layanan kesehatan masyarakat, pelatihan keterampilan kerja, dan dukungan modal usaha mikro.


Bidang Pendidikan: Usulan renovasi fasilitas sarana/prasarana sekolah dasar di wilayah setempat.


Angota Dewan menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan permintaan tersebut dalam pembahasan anggaran dan program kerja pemerintah daerah. Mereka menambahkan bahwa komunikasi aktif antara masyarakat dan wakil rakyat akan mempercepat penyelesaian masalah.


 “kami berkomitmen membawa seluruh aspirasi ini ke forum resmi DPRD dan berkoordinasi dengan OPD terkait agar dapat direalisasikan,” terang mereka.


 Kegiatan reses berlangsung dengan suasana hangat dan dialog terbuka. Warga merasa senang karena dapat menyampaikan pendapatnya langsung kepada wakil rakyat yang mereka pilih.

 Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pesan dari Anggota DPRD agar masyarakat tetap bersinergi menjaga kemajuan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.


(Red) 

SMPN 5 Prabumulih Gelar Salat Istisqa & Peringatan Maulid Nabi, Kepsek Nuraisyah Yany: Memohon Hujan Penuh Berkah



PRABUMULIH, 31 Agustus 2026 — SMP Negeri 5 Prabumulih menggelar kegiatan Salat Istisqa sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW secara berjamaah. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 5 Prabumulih, Nuraisyah Yany, S.Pd., M.Si., dan diikuti seluruh guru, staf, serta siswa-siswi sekolah.

 
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Nuraisyah Yany menyampaikan harapan bersama: "Semoga dengan pelaksanaan Salat Istisqa dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita semua dapat memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang membawa keberkahan dan rahmat bagi kita semua."
 

Kegiatan ini menjadi wujud ikhtiar dan doa bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah musim kemarau panjang yang melanda. Selain itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW serta mempererat silaturahmi antarwarga sekolah.
 
Acara berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kebersamaan.
 
 (Red) 
 

Salat Istisqa Pemkot Prabumulih, Harap Turun Hujan Berkah di Tengah Kemarau Panjang




PRABUMULIH- Menghadapi kemarau panjang yang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih dan aktivitas warga, Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih menggelar Salat Istisqa secara berjamaah di halaman Kantor Pemkot Prabumulih, Senin (31/8/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti berbagai elemen pemerintah serta masyarakat.

 

Acara dihadiri Wali Kota Prabumulih H. Arlan, Ketua DPRD Prabumulih H. Deni Victoria, S.H., M.Si., Wakil Wali Kota Franky Nasril, S.Kom., M.M., Danyonzipur 2/SG, Kajari Prabumulih Asvera Primadona, S.H., M.H., Danramil, Kepala BPS Prabumulih Jupni Amnes, S.E., M.M., Kakan Kemenag H. M. Makki, Ketua MUI Drs. H. M. Amin, S.Ag., M.M., perwakilan jamaah haji dan umrah, Kasat Samapta, Dansubdenpom Lettu CPM Yanuar Rahmat, S.H., Katim Pasis Sesko Brigjen TNI Edy R., serta para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Lurah/Kepala Desa, perwakilan ormas, pegawai Pemkot dan tamu undangan lainnya.


Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sambutan Wali Kota, dilanjutkan pelaksanaan Salat Istisqa yang diimami langsung oleh Ketua MUI Prabumulih Drs. H. M. Amin, S.Ag., M.M., sedangkan khutbah Istisqa disampaikan oleh Drs. H. Zulkarnain.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota H. Arlan menyampaikan pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bentuk kepedulian dan tindak lanjut pemerintah dalam menyikapi kondisi kemarau panjang yang melanda Kota Prabumulih.

 

Sementara itu, Ketua DPRD H. Deni Victoria, S.H., M.Si., saat diwawancarai menyatakan kegiatan ini menjadi momen kebersamaan pemerintah dan masyarakat. “Semoga kita segera diturunkan hujan, terlebih bagi warga yang mulai terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih,” ujarnya.

 

Kegiatan ini diharapkan menjadi doa bersama sekaligus wujud kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau panjang, serta mempererat silaturahmi antarwarga dan pemerintah.