Postingan Populer


MAUNG MARABES

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Seorang Pemuda Ditemukan Dalam Kondisi Tak Bernyawa di Kebun Miliknya

 



Lampung Barat, - Pekon Jagaraga, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat. Sabtu (28 Februari 2026) sekitar pukul 11.00 WIB.



Korban diketahui bernama Resa (23), warga Pekon Jagaraga. Saat ditemukan warga, korban sudah terbujur kaku dengan luka serius di bagian leher serta sejumlah tanda kekerasan di tubuhnya.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat beraktivitas di kebun seperti biasa.


Namun menjelang siang, warga dikejutkan dengan temuan tubuh korban yang tergeletak bersimbah darah.


Warga yang mengetahui peristiwa tersebut langsung melapor ke pihak kepolisian sekitar pukul 12.00 WIB.


Kasat Reskrim Polres Lampung Barat, Rudy Prawira, membenarkan adanya peristiwa tersebut.


“Kami menerima laporan sekitar pukul 12.00 WIB dari warga bahwa terdapat seorang laki-laki dalam kondisi tidak sadarkan diri di Pekon Jagaraga dengan luka di tubuhnya,” ujar Rudy saat dikonfirmasi.


Mendapat laporan tersebut, tim opsnal Satreskrim langsung bergerak ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan awal memastikan korban telah meninggal dunia dengan dugaan motif sementara penganiayaan yang berakibat hilangnya nyawa.


“Setelah tim tiba di TKP dan melakukan pengecekan, benar korban sudah meninggal dunia. Selanjutnya jenazah kami evakuasi ke RSUD Alimuddin Umar untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.


Hasil pemerikasaan, polisi menemukan tanda-tanda kekerasan di beberapa bagian tubuh korban. Luka paling mencolok berada di bagian leher, yang diduga menjadi penyebab utama kematian.


“Untuk rangkaian peristiwa belum bisa kami sampaikan secara detail karena masih dalam proses penyelidikan. Namun dari hasil sementara ditemukan tanda-tanda kekerasan di beberapa bagian tubuh korban. Indikasi awal mengarah pada dugaan penganiayaan yang berujung menghilangkan nyawa,” tegasnya.


Pihak kepolisian memastikan telah membentuk tim khusus guna mengungkap kasus tersebut. Identitas terduga pelaku disebut telah dikantongi dan saat ini dalam pengejaran oleh tim yang dipimpin Kanit Jatanras.


“Kami sudah membentuk tim dan saat ini melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Mohon doa dan dukungan masyarakat agar kasus ini segera terungkap,” tambah Rudy.


Sementara itu, jenazah Resa kini telah dibawa pulang keluarga ke rumah duka Pekon Jagaraga setelah proses pemeriksaan medis selesai dilakukan. (Red)

Dari Brigjen TNI Adri Koesdyanto ke Brigjen TNI Khabib Mahfud, Kepemimpinan Korem 044/Gapo Resmi Berganti

 



Palembang – Berlangsung khidmat di Gedung Sudirman Makodam II/Swj, Jalan Jenderal Sudirman KM 2,5 Kota Palembang, Jabatan Danrem 044/Gapo secara resmi diserahterimakan dari Brigjen TNI Adri Koesdyanto kepada Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M. Upacara tersebut dipimpin oleh Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A serta dihadiri oleh para pejabat utama Kodam, prajurit, dan Persit Kartika Chandra Kirana jajaran, Sabtu (28/2/2026).


Serah terima jabatan ini merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan penyegaran kepemimpinan di lingkungan Kodam II/Sriwijaya guna meningkatkan kinerja satuan dan optimalisasi pelaksanaan tugas pokok TNI AD di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Adri Koesdyanto, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh prajurit dan Persit selama masa kepemimpinannya.


“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan keluarga besar Korem 044/Gapo atas loyalitas, kerja keras, dan kebersamaan yang telah terjalin selama ini. Semoga Korem 044/Gapo semakin solid dan terus berprestasi dalam mengemban setiap tugas yang dipercayakan negara,” ungkapnya.


Sementara itu, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program kerja dan meningkatkan capaian satuan.


“Saya memohon dukungan dan kerja sama dari seluruh prajurit dan jajaran Korem 044/Gapo. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab, serta berkomitmen untuk menjaga soliditas dan meningkatkan profesionalisme satuan dalam mendukung tugas pokok TNI AD,” tegasnya.


Selain Sertijab Danrem 044/Gapo, dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan serah terima jabatan Komandan Batalyon Zeni Tempur 2/SG serta Komandan Detasemen Intelijen Kodam II/Swj. Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan dan soliditas satuan.


Acara dilanjutkan dengan kegiatan lepas sambut dan pengantar tugas mantan pejabat Kodam II/Swj sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan selama menjabat. Dengan dilaksanakannya serah terima jabatan ini, diharapkan kinerja Korem 044/Gapo beserta jajaran Kodam II/Swj semakin solid, responsif, dan adaptif dalam mendukung tugas pokok TNI AD serta menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.

(Red)

Bhabinkamtibmas Polsek Rambang Hadiri Musdesus Penetapan APBDes dan BLT DD Desa Sukarami Tahun Anggaran 2026

 



Muara Enim - Bhabinkamtibmas Polsek Rambang Aipda Ediansah HL menghadiri undangan Musyawarah Desa khusus (Musdesus) terkait penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 serta penetapan Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Sukarami, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim. Rabu (25/2/2026) sekira pukul 09.30 WIB.


Musdes ini dihadiri oleh unsur pemerintahan dan masyarakat Desa Sukarami, di antaranya Sekcam Rambang M. Raihan, SSTP, M.Si, Kapolsek Rambang diwakili oleh Bhabinkamtibmas Aipda Ediansah HL, Babinsa, Kades Sukarami Sumadi beserta Perangkat, Ketua BPD Samsidi dan anggota, Bides Sukarami Narti, Am.Keb, Ketua PKK dan anggota desa, dan masyarakat Sukarami.


Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan Polri terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, sekaligus sebagai upaya mempererat sinergi antara aparat kepolisian dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas kamtibmas.


Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, SIK, melalui Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afianata, ST, M.Si, MH, menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas pada setiap kegiatan pemerintahan desa bertujuan untuk memastikan proses musyawarah berjalan aman, tertib, dan lancar, serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polsek Rambang.


“Melalui kehadiran Bhabinkamtibmas, Polri berkomitmen mendampingi setiap program pembangunan desa agar dapat berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kapolsek IPTU Zulkarnain.

Polda Lampung dan Polda Banten Siap Amankan Mudik Lebaran 2026

 


Lampung – Polda Lampung bersama Polda Banten menggelar rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka persiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Rapat yang berlangsung di Mapolda Lampung ini difokuskan pada penguatan koordinasi pengamanan jalur tol dan penyeberangan laut.


Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya ASDP Indonesia Ferry, KSOP, BMKG, serta Kementerian Perhubungan.


Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, menjelaskan rapat ini menjadi forum strategis untuk menyinkronkan data serta melakukan evaluasi pengamanan mudik tahun-tahun sebelumnya.


“Hari ini kami membahas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Kami melakukan sinkronisasi data dan evaluasi hasil pengamanan tahun 2024 dan 2025 sebagai bahan penyempurnaan rencana tahun ini,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).


Ia menegaskan, koordinasi yang solid antara Polda Lampung dan Polda Banten sangat penting, mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan laut dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni maupun sebaliknya.


“Harapannya, saat pelaksanaan pelayanan masyarakat khususnya pengguna transportasi kapal laut dari Merak ke Bakauheni dapat berjalan terkoordinasi dan terintegrasi dengan baik,” tambahnya.


Sementara itu, Kapolda Banten, Hengki, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut juga membahas standar operasional prosedur (SOP) serta mekanisme manajemen lalu lintas orang dan barang selama periode mudik.


Menurutnya, kesiapan sarana dan prasarana, serta optimalisasi sumber daya manusia menjadi prioritas utama guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah.


“Kami memastikan kesiapan personel dan infrastruktur untuk mendukung pengamanan arus mudik dan balik agar berjalan aman dan lancar. Termasuk penguatan SOP dan manajemen lalu lintas kendaraan maupun penumpang,” jelasnya.


Ia menambahkan, pengamanan akan dimulai sejak H-7 Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dengan melibatkan unsur Polri, TNI, SAR, BMKG, dan instansi terkait lainnya.


“Kami akan menggelar seluruh kekuatan secara terpadu sebagai bentuk tanggung jawab dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran 1447 Hijriah atau 2026 Masehi,” pungkasnya.


(IF)

Hujan Angin Lumpuhkan Jalur Nasional Liwa–Krui, Rumah Warga Rusak Berat dan Listrik Pesisir Barat Padam Total

 


Pesisir Barat – Hujan disertai angin kencang yang melanda Pekon Labuhan Mandi, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat, kamis malam (26/02/2026) sekitar pukul 20.30 WIB, menyebabkan sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa rumah warga serta tiang listrik di ruas Jalan Lintas Liwa–Krui. Peristiwa ini mengakibatkan jalur nasional penghubung Liwa–Krui lumpuh total dan aliran listrik di sebagian besar wilayah Kabupaten Pesisir Barat padam. (27/02/2026)



Kejadian terjadi tepat di jalur strategis Jalan Lintas Liwa–Krui yang merupakan akses utama mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Pohon tinggi yang diduga sudah tua dan tidak produktif roboh akibat terjangan angin kencang, menghantam salah satu rumah warga hingga mengalami kerusakan berat.



Samsul (50), warga setempat, menuturkan bahwa peristiwa tersebut sangat membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sepanjang jalan lintas. Ia menegaskan perlunya langkah antisipatif berupa tebang bayang dan pendataan pohon-pohon tua yang rawan tumbang.


“Kami minta pemerintah daerah segera bertindak. Banyak pohon tinggi yang sudah tua dan tidak produktif berdiri dekat rumah warga dan di pinggir jalan lintas. Kalau hujan angin seperti tadi malam, sangat berbahaya. Tadi saja sudah ada rumah rusak berat tertimpa pohon,” tegas Samsul.


Tidak hanya merusak rumah, tumbangnya pohon juga menimpa tiang listrik hingga kabel utama milik PLN jatuh melintang di badan jalan dan sempat mengeluarkan percikan api. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas dari arah Liwa menuju Krui maupun sebaliknya lumpuh total. Selain itu, aliran listrik di wilayah Kabupaten Pesisir Barat mengalami pemadaman menyeluruh.


Situasi sempat mencekam karena kabel listrik yang diduga masih bertegangan membentang di tengah jalan. Warga khawatir kejadian itu dapat menimbulkan korban jiwa apabila tidak segera ditangani.


Beruntung, pihak PLN bersama warga bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Dengan bergotong royong, batang dan ranting pohon yang menutup akses jalan berhasil dipotong dan dibersihkan. Perbaikan jaringan listrik dilakukan hingga aliran listrik kembali normal dan jalur lalu lintas dapat dilalui kembali.


Meski kondisi telah pulih, peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan instansi terkait. Pemerintah daerah seharusnya lebih peka dan memiliki perhatian khusus terhadap aspek keselamatan warga yang berdomisili di sepanjang jalur Jalan Lintas Liwa–Krui. Upaya inventarisasi pohon tua, pemangkasan rutin (tebang bayang), serta koordinasi lintas instansi perlu dilakukan secara berkala dan terencana.


Keselamatan masyarakat tidak boleh menunggu jatuhnya korban terlebih dahulu. Langkah preventif yang cepat dan terukur merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi warganya dari potensi bencana serupa di kemudian hari. Jika tidak segera diantisipasi secara serius, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan kembali terulang dengan dampak yang lebih fatal.


(IF)

Wali Murid Penerima di Desa Gunung Terang Keluhkan Menu MBG Tak Sesuai Standar Pemenuhan Gizi

 


Lampung Barat -

Ramadan, realisasi makan bergizi gratis (MBG) menjadi sorotan wali murid penerima. Kali ini dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Desa  Gunung terang kecamatan air hitam  Menu MBG terindikasi tak sesuai standar pemenuhan gizi.


Beberapa orang tua kecewa karena paket makanan yang diterima anak-anak mereka karena tidak mencerminkan konsep gizi dan takaran seharusnya.


Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan selama bulan Ramadan. Salah satu menu yang disoroti adalah roti  ,jeruk satu buah dan susu kotak dinilai kurang memperhatikan pemenuhan gizi.


S (45), warga gunung terang ,kecamatan air hitam menyampaikan keluhan ini. Anaknya menerima menu MBG yang dinilai kurang bergizi sejak awal puasa Ramadan.

 

(S) menilai total nilai menu tersebut tidak sampai Rp 8 ribu. Menurutnya, meski SPPG menganggap itu menu kecil untuk anak-anak, kandungan gizinya tidak mencukupi.


(S) 45  mempertanyakan apakah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hanya mengejar anggaran atau benar-benar memperhitungkan kandungan gizi dalam menu MBG. Ia berharap ada perbaikan menu agar sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak .


Menurut nya , tujuan MBG seharusnya bukan hanya memberi makan, tetapi juga memastikan pemenuhan gizi yang cukup. Ia juga mempertanyakan fungsi ahli gizi di dapur SPPG jika tidak menghitung kandungan gizi dalam setiap porsi 


Program MBG sejatinya digadang-gadang oleh pemerintah sebagai langkah strategis untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui asupan nutrisi yang cukup dan seimbang.


Namun, realisasi di lapangan belum mencerminkan tujuan itu. Dia menilai, jika kualitas menu seperti ini terus berlanjut, program yang semestinya membawa manfaat justru bisa menjadi bumerang dan menurunkan kepercayaan publik.


“Kalau niatnya memberi makanan sehat, seharusnya diperhatikan betul kandungan gizinya,” keluh wali murid lainnya.


(Tim)

Menu MBG di Kebun tebu Diduga Tak Layak, Ada Buah Busuk Dalam Paket Makanan Siswa.

 


Lampung barat  -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lampung barat kecamatan kebun tebu  kembali menjadi sorotan setelah beredar foto yang memperlihatkan menu makanan diduga tidak layak konsumsi. Dalam paket tersebut ditemukan buah busuk yang dikeluhkan wali murid.


Foto menunjukkan paket makanan  Isinya berupa satu buah salak busuk , satu buah jeruk busuk , roti ,dan susu kotak ,Makanan yang dibagikan kepada para siswa diduga tidak layak konsumsi


Menu tersebut dibagikan kepada siswa siswa sekolah dasar (SD) sinar luas pada Jumat dan dibawa pulang karena kegiatan belajar pada Senin tanggal 23 Febuari 2026 kemarin ,Setelah ditelusuri, makanan dikirim dari dapur SPPG tugu Mulya di Kecamatan kebun tebu Lampung barat


​salah satu wali murid yang enggan di sebut kan nama nya menyoroti anggaran program dari pemerintah pusat yang berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per siswa. Menurutnya, dengan nominal tersebut, siswa seharusnya mendapatkan makanan yang berkualitas.


​“Anggaran dari pemerintah cukup besar untuk satu siswa, tapi kenapa diberikan buah busuk? Saya selaku orang tua tidak terima anak saya diberi makanan seperti ini,” tegasnya.



​Program MBG sejatinya digulirkan sebagai upaya pemenuhan gizi bagi siswa sekolah.


Namun, temuan di lapangan ini menimbulkan pertanyaan besar terkait proses pengolahan, distribusi, hingga pengawasan kualitas sebelum makanan dibagikan.


Para wali murid berharap pihak penyelenggara segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali 


(Tim)