Postingan Populer


MAUNG MARABES

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

DPC LSM TRINUSA LAMPUNG BARAT KEMBALI SUARAKAN HAK GURU DAN SOROTI DUGAAN PRAKTIK TAK SEHAT DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN

 



Lampung Barat, — Momentum Hari Pendidikan Nasional kembali dimanfaatkan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA) Lampung Barat untuk menyuarakan persoalan mendasar di dunia pendidikan, khususnya terkait hak-hak guru yang dinilai belum terpenuhi secara optimal.



Ketua DPC TRINUSA Lampung Barat, Ahmad Zainuddin, menegaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat sejumlah hak guru yang belum terselesaikan, di antaranya Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2023 dan 2024, serta gaji ke-13.

“Kami menilai persoalan ini tidak bisa terus dibiarkan. Hak guru adalah kewajiban yang harus dipenuhi. 


Jika ini berlarut-larut, tentu akan berdampak langsung pada kesejahteraan dan kinerja tenaga pendidik,” tegas Ahmad Zainuddin.

Selain persoalan hak finansial, DPC TRINUSA Lampung Barat juga menyoroti dugaan adanya praktik yang dinilai tidak sehat di lingkungan pendidikan, khususnya terkait pengadaan seragam guru yang diduga dijadikan ajang bisnis tertentu.


Menurutnya, praktik semacam ini berpotensi membebani para guru dan mencederai prinsip keadilan dalam dunia pendidikan.

“Dunia pendidikan tidak boleh dijadikan ruang untuk kepentingan di luar substansi pendidikan itu sendiri. Jika benar ada praktik yang menjadikan guru sebagai objek bisnis, maka hal tersebut harus segera dihentikan dan ditertibkan,” lanjutnya.

DPC TRINUSA Lampung Barat menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara aktif dengan mengawal persoalan ini hingga tuntas, serta mendorong pihak-pihak terkait untuk segera memberikan kejelasan dan penyelesaian konkret.

Lebih lanjut, TRINUSA juga membuka ruang bagi para guru untuk menyampaikan aspirasi dan laporan secara terbuka, guna memastikan bahwa setiap permasalahan dapat ditindaklanjuti secara transparan dan akuntabel.

Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional ini, DPC TRINUSA Lampung Barat mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan fasilitas, tetapi juga oleh sejauh mana negara dan pemangku kebijakan hadir dalam menjamin hak-hak tenaga pendidik.

“Jika guru masih harus memperjuangkan hak dasarnya, maka sulit berbicara tentang pendidikan yang berkualitas. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” tutup Ahmad Zainuddin.


Sumber: LSM TRINUSA

Reporter: Irfan Fajri

Polres Lampung Tengah Diminta Segera Usut Pencurian Yang Kerap Terjadi Di Wilayah Bandar Jaya Barat

 



Lampung Tengah - Beredar vidio di salah satu akun media sosial Facebook (fb) milik Hansori Luis Fernando salah seorang warga Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah memperlihatkan salah satu Tower sinyal telah terjadi peristiwa pencurian. 



Dalam unggahan nya, dia mengatakan bahwa di daerah nya Sering terjadi pencurian seperti, Warung yang di bobol dan Pencurian motor disekitar sekolah.



Dirinya juga mengaku bahwa didaerah tempat dia tinggal sudah menjalani ronda atau jaga malam rutin guna mencegah terjadinya pencurian, tapi hal itu terlihat sia - sia. Dan dirinya minta kepada pihak kepolisian Polres Lampung Tengah untuk ikut serta melakukan patroli malam agar tidak terjadi lagi hal serupa. 



Saat dikonfirmasi dia menjelaskan, bahwa beberapa bulan lalu warung ditempatnya sudah dua kali terjadi pencurian yang mengakibatkan kerugian. selain itu dia memposting melalui akun medsos nya (fb) dalam waktu yang singkat dilingkungan yang sama kembali terjadi pencurian bobol tower sinyal hingga sepeda motor di sekitar sekolah.



"saya berharap kepada polres Lampung Tengah untuk segera melakukan pengusutan pencurian yang terjadi di wilayah bandar Jaya barat. " Ungkap pemilik akun saat dikonfirmasi



Menanggapi hal itu LSM Gemul minta kepada pihak berwajib Polres Lampung Tengah segera usut tuntas kejadian tindak pidana pencurian yang kerap terjadi di wilayah Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar. 



"Demi keamanan dan kenyamanan masyarakat hususnya di wilayah Bandar Jaya Barat kami minta Polres Lampung tengah bertindak tegas dan segera mengusut tuntas pencurian yang berada di wilayah tersebut. " Ucap LSM Gemul kepada wartawan ini. 



Sementara belum diketahui soal kerugian dan kehilangan yang di alami pemilik tower sinyal tersebut di karenakan belum ada yang bisa dikonfirmasi lebih lanjut terkait hal itu. 



Namun Polres Lampung Tengah diminta Masyarakat setempat segera usut tuntas tindakan pencurian yang kerap terjadi di wilayah bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar dan segera menangkap pelaku. 


(Red)

​Sudah Sepekan Berlalu, PHRZ4 Masih Bungkam Terkait Surat Terbuka Transparansi Rekrutmen PTC



​PRABUMULIH – Sudah genap satu minggu sejak Pimpinan Redaksi (Pimred) Demokrasi Indonesia, Ladi Yansyah, bersama jajaran aktivis dan insan pers melayangkan surat terbuka serta permohonan audiensi terkait transparansi rekrutmen tenaga kerja di PTC, namun hingga kini pihak PHRZ4 belum memberikan respons atau pernyataan resmi.


​Padahal, diketahui proyek rekrutmen tersebut berasal dari PT Pertamina (Persero) dengan PT PTC sebagai pelaksana (user). Mengingat lokasi proyek dan lowongan kerja berada di wilayah Prabumulih salah satu contohnya adalah SKG Cambai yang berdomisili di wilayah kerja PHRZ4 sudah sepatutnya pihak manajemen memberikan penjelasan terbuka kepada publik.


​Sikap diamnya pihak manajemen perusahaan pelat merah tersebut mulai memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat Kota Prabumulih. Pasalnya, langkah proaktif telah dilakukan tim media dan aktivis dengan menyerahkan surat tembusan resmi kepada jajaran Forkopimda, mulai dari Ketua DPRD, Kepala Disnaker, hingga surat Permohonan silaturahmi/audiensi ke Walikota Prabumulih dan Polres Prabumulih.


​Pimred Demokrasi Indonesia, Ladi Yansyah, sangat menyayangkan lambatnya respons dari pihak perusahaan terkait isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak, khususnya hak tenaga kerja lokal.

​"Kami sudah bersurat secara resmi dan terbuka. Seluruh pimpinan daerah (Forkopimda) sudah kami sambangi untuk koordinasi dan mereka menyambut baik. Sangat disayangkan jika pihak perusahaan justru terkesan menutup diri dari komunikasi yang konstruktif di wilayah kerjanya sendiri," ujar Ladi Yansyah, Sabtu (02/05/2026).


​Publik Menunggu Kepastian

​Senada dengan itu, sejumlah aktivis pengawal transparansi menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti sampai di sini. Jika dalam waktu dekat tetap tidak ada iktikad baik untuk berdialog, tim berencana akan kembali berkoordinasi dengan pihak legislatif untuk mengusulkan pemanggilan resmi melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).


​"Transparansi adalah kunci. Jika memang sistem rekrutmen sudah dijalankan dengan benar, kenapa harus ragu untuk duduk bersama dan berdiskusi? Kami hanya ingin memastikan putra daerah mendapatkan haknya secara adil tanpa ada praktik 'titipan' atau kecurangan lainnya," tegasnya.


​Kini, masyarakat Prabumulih menanti keberanian dan itikad baik pihak PHRZ4 untuk membuka ruang dialog, sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota dalam mewujudkan tata kelola rekrutmen yang bersih, terbuka, dan akuntabel. (UMK)

Remaja 16 Tahun Asal Pekon Mutar Alam Hilang, Keluarga Lakukan Pencarian

 


Lampung Barat — Seorang remaja perempuan bernama Iis Setiawati (16), warga Pekon Mutar Alam, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, dilaporkan pergi meninggalkan rumah dan hingga kini belum kembali. Kepergian Iis membuat keluarga diliputi kecemasan dan terus berupaya melakukan pencarian.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, Iis terakhir terlihat pada Kamis (30/04) sekitar pukul 16.00 WIB di wilayah Sumber Jaya. Saat itu, ia diketahui berjalan kaki dengan mengenakan kerudung hijau, baju lengan panjang, rok panjang, serta membawa tas sekolah.


Pihak keluarga melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Pekon Mutar Alam, Pindo, menyampaikan bahwa sebelum pergi, Iis hanya membawa uang sebesar Rp20.000. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelumnya, sehingga kepergiannya cukup mengejutkan pihak keluarga.


“Kami sangat berharap Iis bisa segera ditemukan dan pulang dengan selamat. Keluarga saat ini sangat cemas dan terus berupaya mencari keberadaannya,” ujar Pindo saat dikonfirmasi.


Upaya pencarian telah dilakukan oleh keluarga bersama warga sekitar, namun hingga kini belum membuahkan hasil. Keluarga pun berharap adanya bantuan dari masyarakat luas untuk memberikan informasi apabila melihat atau mengetahui keberadaan Iis.


Ciri-ciri yang dapat dikenali antara lain mengenakan kerudung hijau, pakaian lengan panjang, rok panjang, serta membawa tas sekolah saat terakhir terlihat. Informasi sekecil apa pun sangat berarti bagi keluarga.


Bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan Iis Setiawati, diimbau untuk segera menghubungi nomor 0852 7977 0406 atas nama Pindo.


Keluarga berharap kerja sama dari semua pihak agar Iis dapat segera ditemukan dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat. 


(Red)

Ketua Kesti TTKDH Lampung Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang May Day 2026

 


Lampung — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kesti TTKDH Provinsi Lampung, Sumarna, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan danb ketertiban menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.


Dalam pernyataannya, Sumarna menegaskan bahwa momentum May Day harus dijadikan sebagai sarana mempererat persatuan, bukan justru memicu potensi gangguan kamtibmas. 


Ia mengimbau agar seluruh masyarakat, khususnya kalangan buruh, dapat menahan diri serta mengedepankan cara-cara yang lebih konstruktif dalam menyampaikan aspirasi.


“May Day adalah momentum penting bagi para pekerja untuk menyuarakan hak dan aspirasi. Namun, kami mengajak agar hal tersebut dilakukan dengan cara yang santun, melalui dialog dan komunikasi yang baik, bukan dengan aksi turun ke jalan yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban,” ujar Sumarna.


Ia juga menekankan pentingnya peran semua pihak, termasuk organisasi masyarakat, tokoh pemuda, dan aparat keamanan, dalam menjaga stabilitas daerah. 


Menurutnya, kondusivitas di Lampung merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga demi keberlangsungan pembangunan dan kenyamanan masyarakat.


Sumarno menambahkan bahwa dialog terbuka antara buruh, pemerintah, dan pihak perusahaan merupakan langkah yang lebih efektif dalam mencari solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan.


“Kami percaya bahwa komunikasi yang baik akan menghasilkan solusi yang lebih bijak dan berkelanjutan. 


Oleh karena itu, mari kita utamakan musyawarah dan hindari tindakan yang dapat merugikan banyak pihak,” tegasnya.


Menutup pernyataannya, Sumarna mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah.


“Lampung adalah rumah kita bersama, mari kita jaga kedamaian, saling menghormati, dan tetap bersatu demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.


Sumber: Humas Polres

Reporter: Irfan Fajri

Ketua Kesti TTKDH Lampung Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang May Day 2026


Lampung — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kesti TTKDH Provinsi Lampung, Sumarna, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan danb ketertiban menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.



Dalam pernyataannya, Sumarna menegaskan bahwa momentum May Day harus dijadikan sebagai sarana mempererat persatuan, bukan justru memicu potensi gangguan kamtibmas. 


Ia mengimbau agar seluruh masyarakat, khususnya kalangan buruh, dapat menahan diri serta mengedepankan cara-cara yang lebih konstruktif dalam menyampaikan aspirasi.


“May Day adalah momentum penting bagi para pekerja untuk menyuarakan hak dan aspirasi. Namun, kami mengajak agar hal tersebut dilakukan dengan cara yang santun, melalui dialog dan komunikasi yang baik, bukan dengan aksi turun ke jalan yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban,” ujar Sumarna.


Ia juga menekankan pentingnya peran semua pihak, termasuk organisasi masyarakat, tokoh pemuda, dan aparat keamanan, dalam menjaga stabilitas daerah. 


Menurutnya, kondusivitas di Lampung merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga demi keberlangsungan pembangunan dan kenyamanan masyarakat.


Sumarno menambahkan bahwa dialog terbuka antara buruh, pemerintah, dan pihak perusahaan merupakan langkah yang lebih efektif dalam mencari solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan.


“Kami percaya bahwa komunikasi yang baik akan menghasilkan solusi yang lebih bijak dan berkelanjutan. 


Oleh karena itu, mari kita utamakan musyawarah dan hindari tindakan yang dapat merugikan banyak pihak,” tegasnya.


Menutup pernyataannya, Sumarna mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah.


“Lampung adalah rumah kita bersama, mari kita jaga kedamaian, saling menghormati, dan tetap bersatu demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.


Sumber: Humas Polres

Reporter: Irfan Fajri






Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2026, Kapolres Muratara: Polri Siap Kawal Kamtibmas



*MURATARA* – Kepala Kepolisian Resor Musi Rawas Utara *AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H.* menyampaikan ucapan Selamat Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2026 kepada seluruh pekerja dan buruh di Kabupaten Musi Rawas Utara.


 Kapolres Muratara menegaskan komitmen Polri dalam mengawal iklim investasi dan ketenagakerjaan yang kondusif.


*“Maju Terus Industri Dalam Negeri”*  

“Atas nama keluarga besar Polres Musi Rawas Utara, saya mengucapkan Selamat Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2026. Maju terus industri dalam negeri, sejahterakan buruh Indonesia,” ujar AKBP Rendy Surya Aditama.


Kapolres menambahkan, momentum May Day harus dimaknai sebagai bentuk apresiasi terhadap peran buruh sebagai penggerak roda perekonomian. “Buruh adalah pahlawan ekonomi. Polri hadir untuk memastikan hak-hak buruh terpenuhi dan situasi kamtibmas tetap kondusif,” tegasnya.


*Polres Muratara Siaga 1 Mei*  

Sejalan dengan arahan pada apel pagi Kamis 30 April 2026, seluruh personel Polres Muratara tetap _standby_ pada 1 Mei 2026. “Tidak ada libur bagi kami. Propam akan cek absensi kehadiran personel untuk mengamankan setiap kegiatan Hari Buruh,” jelas Kapolres.


Kasi Humas Polres Muratara *Ipda M. Aliudin, S.H.* menambahkan, Polres Muratara telah menyiapkan pengamanan terbuka dan tertutup untuk mengantisipasi kegiatan May Day. “Silakan sampaikan aspirasi dengan tertib. Kami siap mengawal dan melayani,” kata Ipda M. Aliudin.


Polres Muratara juga mengimbau perusahaan dan serikat pekerja di Muratara untuk menjaga sinergi. Jika ada permasalahan ketenagakerjaan, disarankan diselesaikan melalui dialog bersama Disnaker dan Bhabinkamtibmas.


Untuk pengaduan terkait gangguan kamtibmas selama May Day, masyarakat dapat menghubungi *layanan 110 bebas pulsa 24 jam* atau langsung ke Polsek terdekat.

(Red)